Pemerintah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-668 di Pendopo Wedya Graha pada Senin, 6 Juli 2026. Acara khidmat ini dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat yang merepresentasikan kesatuan wilayah tersebut.
Malam tirakatan tersebut bukan sekadar ritual seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi mendalam bagi masa depan Kabupaten Ngawi. Mengangkat tema besar "Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya," pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menggeser paradigma pembangunan yang selama ini dominan pada aspek fisik dan infrastruktur menjadi pembangunan yang berorientasi pada pembentukan karakter manusia di era digital.
Dalam sambutannya, Bupati Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia berharap generasi muda Ngawi dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kebanggaan terhadap jati diri daerah di tengah arus teknologi yang sangat pesat.
Bupati Ony juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memajukan daerah sesuai dengan kapasitas masing-masing. Ia menegaskan bahwa setiap kontribusi sekecil apa pun sangat berarti bagi kemajuan Ngawi, seraya memanjatkan doa agar daerah tersebut senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Memasuki rangkaian acara berikutnya, upacara peringatan Hari Jadi dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026. Bupati Ony mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan fase penutup dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode pertama masa kepemimpinannya. Pemerintah kini tengah bersiap menyusun RPJMD periode kedua dengan visi Semesta Berencana Jilid 2 yang akan lebih mengintensifkan kemandirian masyarakat.
Di akhir arahannya, Bupati Ony menegaskan bahwa penguatan karakter dan jati diri bangsa akan tetap menjadi jiwa dalam setiap langkah pembangunan ke depan. Upaya ini dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kebudayaan adiluhung serta adat ketimuran agar tetap relevan di tengah modernisasi, memastikan pembangunan di Ngawi tidak hanya maju secara ekonomi, namun juga kokoh secara moral dan budaya.