Pemerintah Kota Jakarta Selatan secara resmi menggerakkan kader Dasawisma untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pemilahan sampah rumah tangga. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Jaga Jakarta Pilah Sampah yang bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa kader Dasawisma memiliki posisi strategis karena jangkauannya yang sangat dekat dengan masyarakat dan unit keluarga. Menurutnya, jika setiap kader mampu mengedukasi 10 hingga 20 rumah tangga binaannya, maka perubahan perilaku kolektif dalam pengelolaan sampah akan terjadi dengan jauh lebih cepat dan efektif.
Dalam arahannya, Syafrin menekankan tiga langkah utama yang harus diterapkan oleh masyarakat. Pertama, membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan bernilai ekonomi langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga. Kedua, mendorong warga untuk menyalurkan sampah yang memiliki nilai ekonomi ke bank sampah lokal. Ketiga, menjadikan pengelolaan sampah sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga, terutama dalam pemberdayaan perempuan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan edukasi kepada 16.530 kader Dasawisma di seluruh wilayah Jakarta Selatan. Penguatan kapasitas ini bertujuan agar kader dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengubah perilaku masyarakat secara konsisten.
Salah satu keberhasilan nyata dari inisiatif ini terlihat melalui Program Kolaborasi Masyarakat Pilah Oper Kemasan (KOMPAK) di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa. Program yang diinisiasi oleh kader Yuliana Sri Hartati ini mendapatkan pendampingan dari tim desainer internasional untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif sekaligus memberdayakan warga sekitar.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap dapat mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri. Dengan mengintegrasikan peran sosial kader Dasawisma dan nilai ekonomi dari sampah, diharapkan Jakarta Selatan tidak hanya menjadi kota yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga masyarakatnya menjadi lebih produktif dan berdaya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.