Berita

Pemprov DKI Jakarta Segera Bangun Konektivitas Bawah Tanah di Bundaran HI

Pemprov DKI Jakarta Segera Bangun Konektivitas Bawah Tanah di Bundaran HI

Ringkasan

  • Pemprov DKI Jakarta akan membangun jalur bawah tanah di Bundaran HI yang terintegrasi dengan MRT dan hotel sekitar tanpa menggunakan dana APBD.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan rencana strategis untuk membangun jalur konektivitas bawah tanah di kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI). Proyek ini bertujuan untuk menciptakan integrasi akses yang lebih efisien bagi masyarakat dan pengunjung di pusat ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa jalur bawah tanah tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Bundaran HI dengan empat hotel besar di sekitarnya, yakni Grand Hyatt Jakarta, Pullman Jakarta Indonesia, Mandarin Oriental Jakarta, serta Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas pejalan kaki secara signifikan.

Salah satu fokus utama dari pembangunan ini adalah integrasi langsung dengan sistem MRT Jakarta. Dengan adanya jalur bawah tanah ini, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) di permukaan jalan untuk berpindah lokasi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata dan ramah pejalan kaki.

Menariknya, seluruh pembiayaan proyek ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan akan bersumber dari dana denda Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta skema kerja sama dengan pihak swasta. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi anggaran daerah dalam pembangunan infrastruktur publik.

Pramono menargetkan proyek konektivitas bawah tanah ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2027. Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, area bawah tanah tersebut juga akan dialokasikan sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan, guna menghidupkan ekosistem ekonomi di kawasan tersebut.

Selain Bundaran HI, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen melakukan penataan di kawasan Dukuh Atas dan Simpang Susun Semanggi. Di kedua titik strategis tersebut, pemerintah akan membangun Pedestrian Deck untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki serta menciptakan wajah baru bagi pusat ibu kota yang lebih modern dan terintegrasi.

Mengapa Ini Penting

Proyek ini merepresentasikan pergeseran paradigma pembangunan kota yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan efisiensi mobilitas melalui integrasi antarmoda. Keberhasilan skema pendanaan non-APBD ini dapat menjadi model bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam mengoptimalkan dana CSR atau KLB untuk pembangunan infrastruktur publik yang berkelanjutan.

Sumber Asli
Nasional
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit