Pemerintah Provinsi Jawa Timur menaruh harapan besar pada hasil Temu Ilmiah Nasional (TIN) II yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Rekomendasi yang dirumuskan dalam forum tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam aspek keamanan pangan, standar kualitas gizi, hingga tata kelola operasional di lapangan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa forum ilmiah ini menjadi instrumen krusial bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan masukan berbasis data. Menurutnya, keterlibatan para ahli gizi dari berbagai daerah di Indonesia sangat dibutuhkan untuk memetakan tantangan nyata serta mencari solusi inovatif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan makanan yang bergizi dan higienis.
Lebih lanjut, Adhy menjelaskan bahwa dampak program MBG tidak terbatas pada pemenuhan nutrisi bagi anak sekolah, santri, ibu hamil, maupun balita. Program ini juga dirancang untuk menciptakan efek ekonomi berganda bagi masyarakat Jawa Timur. Melalui rantai pasok yang terintegrasi, program ini turut melibatkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta memberdayakan para pelaku UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku pangan utama.
Dalam upaya menjaga standar kualitas dan keamanan pangan, Pemprov Jatim telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG. Satgas yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur ini bertugas memastikan setiap dapur penyedia makanan memenuhi kriteria ketat, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah ini dipandang sebagai kunci utama untuk menjamin bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan berkualitas.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Persagi, Doddy Izwardy, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Jawa Timur dalam menekan angka prevalensi stunting secara signifikan, dari 17,7 persen menjadi 14,7 persen. Keberhasilan ini menjadi alasan utama dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah TIN II. Pengalaman Jawa Timur dalam mensinergikan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta, dinilai sangat inspiratif bagi daerah lain.
Ke depannya, seluruh hasil pembahasan dalam TIN II Persagi akan disusun menjadi rekomendasi strategis yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat dan daerah. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG, sekaligus menjadi referensi nasional dalam upaya berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia.