Berita

Perkuat Mitigasi, Pemprov Kalimantan Tengah Optimalkan Indeks Ketahanan Daerah

Perkuat Mitigasi, Pemprov Kalimantan Tengah Optimalkan Indeks Ketahanan Daerah

Ringkasan

  • Pemprov Kalimantan Tengah memperkuat ketangguhan daerah melalui sosialisasi kajian risiko bencana dan perhitungan Indeks Ketahanan Daerah guna meningkatkan mitigasi bencana yang lebih terukur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara proaktif memperkuat ketangguhan wilayah dalam menghadapi potensi bencana. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan sosialisasi kajian risiko bencana serta perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang digelar di Palangka Raya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah untuk memetakan kerawanan wilayah secara lebih akurat.

Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, menegaskan bahwa kegiatan yang didukung penuh oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini sangat krusial bagi para pemangku kebijakan. Pemahaman mendalam mengenai kajian risiko dan IKD diharapkan mampu menjadi fondasi dalam merumuskan perencanaan penanggulangan bencana yang berbasis pada data empiris serta kondisi nyata di lapangan.

Dalam konteks regulasi, penanggulangan bencana merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan erat dengan pelayanan dasar masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota menjadi mutlak diperlukan agar seluruh program penanggulangan bencana dapat berjalan secara terpadu, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi warga.

Lebih lanjut, hasil dari kajian risiko ini nantinya akan memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat ancaman, kerentanan, serta kapasitas daerah. Data tersebut akan menjadi acuan strategis dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh instansi terkait di Kalimantan Tengah, sebagaimana arahan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang menekankan pentingnya penanganan bencana yang cermat dan tepat.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari pada 1–2 Juli 2026 ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari perwakilan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, serta berbagai perangkat daerah terkait. Melalui forum ini, diharapkan terjadi penyelarasan arah kebijakan penanggulangan bencana yang lebih sinkron, sehingga disparitas penanganan antarwilayah dapat diminimalisir.

Secara keseluruhan, upaya penguatan ketangguhan ini bukan hanya sekadar pemenuhan administratif, melainkan investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat di Kalimantan Tengah. Dengan instrumen data yang lebih baik, pemerintah daerah diharapkan dapat merespons dinamika bencana dengan lebih cepat, tepat, dan efektif di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Penerapan data berbasis kajian risiko dan indeks ketahanan sangat penting dalam era transformasi digital untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven policy). Hal ini menjadi standar baru bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam mengelola mitigasi bencana secara sistematis dan terukur, yang secara langsung berdampak pada keamanan investasi dan keberlangsungan infrastruktur di wilayah tersebut.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit