Berita

Pengamat: Transformasi Polri Perlu Evaluasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Indeks Persepsi

Pengamat: Transformasi Polri Perlu Evaluasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Indeks Persepsi

Ringkasan

  • Pengamat politik Boni Hargens menilai evaluasi transformasi Polri harus dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya mengandalkan hasil survei persepsi publik.

Pengamat politik Boni Hargens menegaskan bahwa proses transformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus dievaluasi secara komprehensif. Menurutnya, mengukur keberhasilan reformasi institusi kepolisian tidak dapat hanya bertumpu pada satu indeks persepsi semata, melainkan harus melihat gambaran besar dari perubahan yang sedang berlangsung.

Boni menjelaskan bahwa transformasi Polri merupakan agenda jangka panjang yang kompleks. Proses ini mencakup perubahan mendasar dalam budaya organisasi, peningkatan standar sistem rekrutmen personel, transparansi dalam pengelolaan anggaran, hingga penguatan mekanisme pengaduan masyarakat yang lebih responsif dan akuntabel.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, ia menekankan bahwa kepemimpinan yang memiliki orientasi reformasi yang kuat adalah faktor kunci. Tanpa kepemimpinan yang konsisten, perubahan nyata dan terukur akan sulit dicapai. Kepercayaan publik, tambahnya, adalah aset negara yang harus dirawat dengan keberanian untuk terus berbenah secara berkelanjutan.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas hasil 'Police Corruption Perceptions Index' dari IndexMundi Global Surveys. Survei tersebut memberikan skor 7,56 terkait persepsi ketidakpercayaan publik terhadap Polri. Boni mengingatkan bahwa data tersebut murni berbasis persepsi, bukan data empiris mengenai kejahatan atau pelanggaran hukum yang terverifikasi.

Lebih lanjut, Boni menyoroti keterbatasan metodologis dalam survei berbasis persepsi. Ia mencatat bahwa hasil survei semacam ini sangat rentan terhadap bias interpretasi karena dipengaruhi oleh konteks sosial dan intensitas pemberitaan media. Tanpa penjelasan rinci mengenai teknik sampling dan distribusi geografis, hasil tersebut berisiko disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melihat capaian reformasi Polri dari berbagai indikator objektif lainnya. Dengan mempertimbangkan langkah-langkah transformasi yang telah diapresiasi oleh berbagai lembaga nasional maupun internasional, penilaian terhadap Polri diharapkan dapat menjadi lebih adil, objektif, dan komprehensif.

Mengapa Ini Penting

Evaluasi terhadap institusi penegak hukum menjadi krusial dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah era disrupsi informasi. Pemahaman mengenai metodologi survei membantu publik untuk lebih kritis dalam menanggapi data persepsi yang beredar di media sosial dan arus utama.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit