Internasional

Peran Vital Bidan Tradisional dalam Menyelamatkan Nyawa di Pelosok Kolombia

Peran Vital Bidan Tradisional dalam Menyelamatkan Nyawa di Pelosok Kolombia

Ringkasan

  • Bidan tradisional di Kolombia menjadi pahlawan bagi masyarakat terpencil, mengisi kekosongan akses kesehatan meski sering menghadapi diskriminasi.

Di wilayah terpencil Kolombia, akses terhadap layanan kesehatan formal seringkali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Banyak komunitas yang hanya dapat diakses melalui jalur air atau jalan setapak yang belum diaspal, menciptakan tantangan besar bagi ibu hamil. Dalam kondisi geografis yang menantang ini, bidan tradisional atau dikenal sebagai 'parteras tradicionales' muncul sebagai pilar utama yang menjembatani kesenjangan akses kesehatan bagi masyarakat pedesaan.

Nohemí Manco, seorang bidan berusia 53 tahun dari departemen Chocó, telah mendedikasikan empat dekade hidupnya untuk profesi ini. Ia memulai kiprahnya pada usia 14 tahun saat harus membantu persalinan kakaknya di tengah hutan tanpa bantuan medis profesional. Sejak saat itu, Manco telah membantu kelahiran lebih dari 1.200 bayi. Baginya, setiap proses persalinan adalah sebuah harapan baru yang membawa kebahagiaan di tengah keterbatasan fasilitas di wilayahnya.

Para bidan tradisional ini bukan sekadar penolong persalinan, melainkan penyedia layanan kesehatan komprehensif bagi populasi Afro-keturunan dan masyarakat adat. Mereka memantau kehamilan sejak dini, mendampingi proses kelahiran, hingga memberikan perawatan pascapersalinan. Keberadaan mereka menjadi sangat krusial mengingat rumah sakit terdekat seringkali membutuhkan waktu tempuh berjam-jam bahkan berhari-hari untuk dijangkau oleh penduduk setempat.

Peneliti kesehatan masyarakat dari Pontificia Universidad Javeriana, Liany Katerine Ariza Ruiz, menyoroti adanya ketimpangan kesehatan maternal yang nyata di wilayah pedesaan. Menurutnya, konsentrasi kematian ibu dan bayi secara proporsional jauh lebih tinggi di daerah terpencil. Oleh karena itu, bidan tradisional menjadi sumber daya yang paling konsisten dan dapat diandalkan oleh masyarakat setempat untuk meminimalisir risiko komplikasi fatal saat persalinan.

Namun, perjuangan para bidan ini tidak mudah. Mereka kerap menghadapi diskriminasi dari sistem kesehatan formal. Banyak bidan melaporkan perlakuan merendahkan, penolakan, hingga larangan masuk ke fasilitas kesehatan saat mendampingi pasien mereka. Pengalaman buruk ini menciptakan jurang pemisah antara praktik medis modern dan kearifan lokal yang sebenarnya sama-sama memiliki tujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Di balik tantangan tersebut, pengakuan terhadap peran bidan tradisional mulai menjadi isu penting dalam perdebatan kebijakan kesehatan di Kolombia. Para ahli mendorong integrasi yang lebih baik antara bidan tradisional dengan tenaga medis profesional. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah yang sulit dijangkau, sekaligus memastikan bahwa setiap ibu mendapatkan perawatan yang layak dan bermartabat.

Mengapa Ini Penting

Isu ini relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak daerah kepulauan dan pelosok dengan keterbatasan akses medis serupa. Pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan tradisional dan formal menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan nasional di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit