Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) menekankan pentingnya momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi. Beliau menegaskan bahwa perubahan iklim dan degradasi lingkungan bukan lagi sekadar isu global, melainkan ancaman nyata yang dampaknya mulai dirasakan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Kalimantan Utara yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
Dalam pernyataan resminya, Wagub Kaltara mengajak pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat luas untuk tidak hanya berhenti pada retorika atau seminar formal semata. Beliau mendorong adanya aksi nyata yang terukur, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, rehabilitasi lahan kritis, serta penguatan kesadaran kolektif dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab di lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, Wagub menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Menurutnya, edukasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan dan sungai sangat krusial, mengingat Kalimantan Utara memiliki kawasan hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia. Inisiatif hijau harus menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari agar dampak kerusakan lingkungan dapat ditekan secara signifikan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Wagub menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan industri hijau di masa depan.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem tetap terjaga. Wagub Kaltara mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat koordinasi dalam pengawasan hutan dan pencegahan pencemaran lingkungan. Upaya preventif seperti pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menjadi prioritas setiap tahun, terutama saat memasuki musim kemarau yang rentan terhadap potensi kerusakan alam.
Sebagai penutup, Wagub menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih mencintai bumi. Beliau percaya bahwa dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolektif, kualitas lingkungan hidup di Kalimantan Utara akan terjaga dengan baik bagi generasi mendatang, sekaligus mendukung pencapaian target nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca.