Venezuela memperingati hari kemerdekaan yang ke-215 di tengah suasana duka mendalam menyusul dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada 24 Juni lalu. Dalam upacara militer yang berlangsung pada hari Minggu, Penjabat Presiden Delcy Rodriguez berusaha menunjukkan stabilitas pemerintahan di tengah kritik tajam terkait penanganan bencana.
Dalam pidatonya, Rodriguez menegaskan bahwa tidak akan ada gejolak sosial di Venezuela. Ia mengklaim bahwa masyarakat justru menunjukkan solidaritas sosial yang kuat. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang dianggap lambat dalam menyalurkan bantuan kepada para korban di wilayah terdampak.
Data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela mencatat jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut telah mencapai 3.342 orang, dengan angka tersebut diprediksi akan terus bertambah. Selain itu, sekitar 16.470 orang mengalami luka-luka dan lebih dari 17.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan infrastruktur di sepanjang garis pantai utara, termasuk La Guaira dan Caracas.
Kritikus pemerintah menuding Partai Sosialis Bersatu Venezuela telah gagal mengelola krisis ini karena praktik korupsi dan salah urus yang kronis. Gempa 24 Juni ini tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam satu abad terakhir di Venezuela, melampaui dampak banjir bandang tahun 1999, sehingga menuntut respons logistik dan kemanusiaan yang sangat masif.
Menanggapi kritik yang menuduh pemerintah menghambat bantuan asing, Rodriguez menolak tuduhan tersebut dengan keras. Ia menyebut berbagai kritik tersebut sebagai upaya untuk menabur kebencian dan konspirasi terhadap institusi negara. Menurutnya, stabilitas nasional tetap menjadi prioritas utama di tengah masa transisi pemerintahan yang ia pimpin sejak Januari lalu.
Situasi politik Venezuela saat ini memang sangat kompleks pasca-penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh pihak Amerika Serikat atas tuduhan narkoba dan senjata. Di bawah kepemimpinan Rodriguez, pemerintahan Venezuela mencoba melakukan reformasi ekonomi untuk menarik investasi asing, sebuah langkah yang juga mendapat sorotan di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.