Berita

Perluas Akses Pendidikan, Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Satu Atap di Daerah 3T

Perluas Akses Pendidikan, Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Satu Atap di Daerah 3T

Ringkasan

  • Kemendikdasmen meluncurkan program Sekolah Satu Atap di daerah 3T sebagai solusi pemerataan akses dan mutu pendidikan nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini tengah memprioritaskan pembangunan Sekolah Satu Atap di berbagai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Inisiatif strategis ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok nusantara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan perwujudan dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, program ini juga menjadi realisasi dari AstaCita ke-4 yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam kunjungannya di Pangkalpinang, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Sekolah Satu Atap dirancang sebagai pusat pendidikan terintegrasi yang menggabungkan jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan. Konsep ini diharapkan mampu memangkas hambatan geografis yang selama ini menjadi kendala utama anak-anak di daerah terpencil untuk menuntaskan jenjang pendidikan wajib belajar.

Pemerintah menyadari bahwa kesenjangan pendidikan di Indonesia tidak hanya terbatas pada akses fisik, tetapi juga mencakup disparitas mutu. Banyak anak-anak di daerah pelosok yang terhambat proses belajarnya karena faktor keterbatasan ekonomi, disabilitas, hingga kondisi sosial-budaya yang unik di daerah masing-masing. Melalui model sekolah terpadu, diharapkan efisiensi sumber daya pendidikan dapat ditingkatkan.

Khusus untuk wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan seperti Kepulauan Bangka Belitung, model sekolah ini menjadi solusi krusial. Dengan memusatkan fasilitas pendidikan di pulau-pulau berpenghuni, anak-anak yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh atau menghadapi risiko transportasi laut dapat tetap bersekolah dengan lingkungan yang lebih aman dan terjamin kualitas pengajarannya.

Ke depannya, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperluas jangkauan program ini ke seluruh pelosok tanah air. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir angka putus sekolah sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi generasi muda di daerah 3T untuk bersaing di tingkat nasional maupun global dengan bekal pendidikan yang mumpuni.

Mengapa Ini Penting

Pemerataan pendidikan di daerah 3T merupakan fondasi utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional. Inisiatif ini membuka peluang bagi pemerataan talenta digital dan literasi teknologi di masa depan, yang sangat krusial bagi transformasi ekonomi digital Indonesia secara menyeluruh.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit