Fase pertama dari pusat inovasi Hetao di Hong Kong, yang merupakan inisiatif lintas batas krusial di bawah proyek megapolitan Northern Metropolis, telah mencatatkan pencapaian signifikan. Pihak pengelola mengungkapkan bahwa dua gedung laboratorium basah (wet lab) di kawasan tersebut kini telah terisi penuh oleh penyewa, mencerminkan tingginya minat dari sektor teknologi dan inovasi.
Kevin Choi Kit-ming, Sekretaris Tetap untuk Inovasi, Teknologi, dan Industri yang juga menjabat sebagai ketua Hong Kong-Shenzhen Innovation and Technology Park di Lok Ma Chau Loop, mengonfirmasi kabar tersebut dalam sebuah program radio pada hari Sabtu. Ia menyatakan bahwa hingga akhir Mei, sekitar 90 perusahaan telah menandatangani kontrak sewa, yang secara efektif menyerap hampir seluruh ruang lantai yang tersedia di dua gedung laboratorium tersebut.
Data menunjukkan keragaman latar belakang perusahaan yang menempati fasilitas tersebut. Perusahaan asal daratan Tiongkok mendominasi dengan porsi sekitar 51 persen, diikuti oleh perusahaan lokal Hong Kong sebesar 35 persen, dan sisanya sebanyak 14 persen berasal dari perusahaan internasional. Kehadiran entitas global ini membuktikan daya tarik strategis Hetao sebagai pusat kolaborasi teknologi lintas negara.
Perusahaan-perusahaan internasional yang telah bergabung di kawasan ini berasal dari berbagai negara inovatif, termasuk Korea Selatan, Swiss, dan Finlandia. Partisipasi mereka menunjukkan kepercayaan global terhadap ekosistem yang dibangun oleh otoritas Hong Kong dan Shenzhen dalam memfasilitasi riset tingkat tinggi di wilayah tersebut.
Dari sisi profil penyewa, sekitar 10 di antaranya merupakan perusahaan terkemuka yang telah melantai di bursa saham (listed corporations). Sementara itu, 70 persen sisanya adalah perusahaan rintisan atau startup yang sedang berkembang, yang memanfaatkan infrastruktur laboratorium basah canggih untuk mempercepat proses penelitian dan pengembangan produk mereka.
Keberhasilan penyewaan ini menandai langkah awal yang positif bagi pengembangan Northern Metropolis secara keseluruhan. Dengan penuhnya okupansi di fase pertama, pihak otoritas kini diperkirakan akan fokus pada kelanjutan pengembangan infrastruktur pendukung lainnya guna mengakomodasi lebih banyak perusahaan yang ingin masuk ke ekosistem Hetao di masa depan.