Bisnis & Startup

Pertamina NRE dan PTBA Sinergikan Lahan Bekas Tambang untuk Proyek PLTS

Pertamina NRE dan PTBA Sinergikan Lahan Bekas Tambang untuk Proyek PLTS

Ringkasan

  • Pertamina NRE dan PTBA menjalin kerja sama strategis untuk mengonversi lahan bekas tambang menjadi pembangkit listrik tenaga surya guna mendukung target transisi energi nasional.

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk melakukan akselerasi pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mengoptimalkan lahan operasional serta area bekas tambang milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Komitmen strategis ini disahkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Pusat PTBA, Jakarta, pada Kamis (2/7).

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menegaskan bahwa kolaborasi antar-BUMN ini merupakan langkah krusial dalam mempercepat transisi energi nasional. Sinergi ini dirancang untuk mengintegrasikan pengembangan proyek energi terbarukan dengan kesiapan ekosistem industri, sekaligus meningkatkan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan listrik bersih yang terus meningkat di Indonesia.

Lebih lanjut, Sri menjelaskan bahwa kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya akan menghasilkan infrastruktur energi hijau yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi katalisator bagi peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan memperkuat ekosistem industri nasional, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka akses pendanaan hijau yang lebih luas bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di masa depan.

Dalam kerangka kerja sama ini, Pertamina NRE mengambil peran sentral sebagai pengembang untuk mengonversi aset lahan negara menjadi pusat energi bersih yang produktif. Langkah ini selaras dengan target ambisius pemerintah untuk mewujudkan pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GW yang ditargetkan dapat tercapai secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

Kedua belah pihak telah menyepakati tahapan teknis yang komprehensif, dimulai dari proses identifikasi lokasi yang potensial, dilanjutkan dengan studi kelayakan (feasibility study) dari sisi teknis maupun finansial. Setelah tahap evaluasi model bisnis selesai dilakukan, kedua perusahaan akan segera melangkah ke tahap pengembangan proyek secara penuh demi memastikan kelancaran operasional di lapangan.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan semangat "sustainability through technology". Menurutnya, pemanfaatan lahan bekas tambang untuk PLTS merupakan solusi nyata dalam menekan emisi karbon global tanpa harus mengorbankan ketahanan energi maupun stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional. PTBA optimistis bahwa sinergi ini akan menjadi role model pengelolaan aset negara yang berwawasan lingkungan.

Mengapa Ini Penting

Inisiatif ini menjadi model krusial dalam mengubah aset lahan pascatambang yang tidak produktif menjadi infrastruktur energi hijau strategis di Indonesia. Keberhasilan kolaborasi ini akan mempercepat target bauran energi nasional sekaligus memberikan solusi atas keterbatasan lahan untuk pembangunan PLTS skala besar.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit