Internasional

Pilot Proyek di Tampines Changkat Berhasil Atasi Gangguan Suara Jangkrik Pohon

Pilot Proyek di Tampines Changkat Berhasil Atasi Gangguan Suara Jangkrik Pohon

Ringkasan

  • Proyek percontohan di Singapura berhasil mengurangi polusi suara akibat kemunculan jangkrik pohon melalui metode fisik dan inovasi lingkungan.

Singapura meluncurkan inisiatif percontohan di kawasan Tampines Changkat untuk mengatasi kemunculan musiman jangkrik pohon (cicada) yang selama ini mengganggu kenyamanan warga. Proyek yang berlangsung selama lima bulan sejak Maret tersebut melibatkan kerja sama antara People’s Association, NParks, dan Dewan Kota Tampines. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa langkah-langkah mitigasi yang diterapkan berhasil mengurangi tingkat kebisingan dan gangguan bagi penduduk setempat secara signifikan.

Dalam upaya pengendalian populasi, pihak berwenang memasang perangkap cahaya di 18 blok perumahan yang terdampak, serta melakukan penangkapan fisik terhadap serangga tersebut. Tercatat sekitar 22.000 ekor jangkrik pohon berhasil diamankan melalui metode perangkap cahaya. Langkah ini diambil karena suara serangga ini bisa mencapai 120 desibel, yang dalam beberapa kasus dapat menyakitkan telinga manusia.

Selain metode penangkapan, tim satuan tugas juga menerapkan langkah non-intrusif yang ramah lingkungan. Lebih dari 500 pohon dibungkus menggunakan aluminium foil atau plastik, sementara bagian dasar pohon dilapisi terpal atau matras sabut kelapa. Teknik ini bertujuan untuk mengganggu siklus hidup jangkrik pohon dengan menghambat proses metamorfosis nimfa menjadi dewasa saat mencoba memanjat batang pohon.

Program ini juga memberikan wawasan baru bagi para ahli mengenai pola kemunculan jangkrik pohon di lingkungan perkotaan tropis. Penilaian situs sejak Februari menunjukkan bahwa kepadatan populasi sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti usia pohon, komposisi vegetasi, karakteristik lanskap, serta kondisi lingkungan lokal. Data ini menjadi fondasi penting dalam memahami dinamika populasi serangga tersebut di masa depan.

Anggota Parlemen Tampines Changkat, Desmond Choo, menyatakan bahwa tantangan utama dari inisiatif ini adalah ketiadaan praktik standar dalam menangani jangkrik pohon di lingkungan perkotaan. Oleh karena itu, pendekatan inovatif yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem menjadi prioritas utama. Pihak pengelola kini sedang menyempurnakan metode yang ada berdasarkan hasil evaluasi pilot proyek untuk diterapkan pada musim kemunculan berikutnya.

Ke depannya, satuan tugas akan terus memantau situasi dan mempersiapkan langkah antisipasi yang lebih matang. Selain metode fisik, pihak berwenang juga mempertimbangkan penggunaan pestisida yang sangat spesifik dan terarah pada area dengan populasi jangkrik yang parah. Namun, setiap metode baru yang akan diimplementasikan nantinya akan melalui proses peninjauan yang sangat ketat untuk memastikan keamanan warga dan kelestarian lingkungan sekitar.

Mengapa Ini Penting

Berita ini relevan bagi pengelola kota dan pengembang properti di Indonesia yang menghadapi tantangan manajemen hama perkotaan. Pendekatan berbasis sains yang dilakukan Singapura menunjukkan pentingnya inovasi lingkungan dalam menjaga kenyamanan warga tanpa harus merusak ekosistem lokal.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit