Berita

Pimpinan MPR Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Tingkatkan Literasi Nasional

Pimpinan MPR Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Tingkatkan Literasi Nasional

Ringkasan

  • Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong sosialisasi masif platform SIBI untuk memeratakan akses literasi hingga ke pelosok daerah.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya langkah strategis dan masif dalam menyosialisasikan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tersedianya akses bahan bacaan digital hanyalah langkah awal, sehingga pemanfaatan sumber daya tersebut harus dioptimalkan secara maksimal untuk mendongkrak minat baca nasional.

Langkah ini menyusul peresmian integrasi SIBI dengan Senayan Library Management System (SLiMS) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Integrasi teknologi ini dirancang untuk memangkas hambatan jarak geografis, memungkinkan masyarakat di berbagai pelosok tanah air mendapatkan akses terhadap buku-buku berkualitas secara digital tanpa harus mengunjungi perpustakaan fisik.

Data Kemendikdasmen menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan lebih dari 8,8 juta pengunjung laman SIBI hingga akhir Juni 2026. Tercatat sebanyak 13,7 juta kali buku digital telah dibaca dan lebih dari 2,6 juta kali diunduh. Saat ini, platform tersebut menyediakan 1.842 judul buku yang mencakup literatur untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Lestari, yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI, menyoroti urgensi edukasi mengenai cara penggunaan platform buku.kemendikdasmen.go.id, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sosialisasi yang merata diharapkan mampu menjembatani kesenjangan akses informasi bagi mereka yang selama ini sulit menjangkau koleksi buku fisik.

Selain aspek edukasi, pengembangan fungsi perpustakaan digital sebagai pusat inovasi dan literasi harus dilakukan secara konsisten agar tetap relevan dan menarik bagi berbagai kalangan. Lestari menegaskan bahwa keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama akses internet yang stabil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai penutup, Lestari berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi ini dianggap krusial dalam menciptakan terobosan pemerataan akses pendidikan, guna membentuk generasi penerus bangsa yang lebih cerdas, literat, dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

Mengapa Ini Penting

Inisiatif ini krusial karena menunjukkan transformasi digital dalam sektor pendidikan yang mampu mendemokratisasi akses terhadap ilmu pengetahuan. Bagi industri teknologi, ini membuka peluang pengembangan infrastruktur akses konten pendidikan yang lebih luas dan efisien di Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit