Internasional

Perkuat Kebijakan Act East, PM India Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Australia, dan Selandia Baru

Perkuat Kebijakan Act East, PM India Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Australia, dan Selandia Baru

Ringkasan

  • Perdana Menteri India Narendra Modi akan melakukan kunjungan strategis ke Indonesia, Australia, dan Selandia Baru untuk memperkuat kebijakan Act East dan kerja sama ekonomi.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, dijadwalkan melakukan rangkaian kunjungan diplomatik ke Indonesia, Australia, dan Selandia Baru pada pekan depan, mulai tanggal 8 hingga 11 Juli 2026. Lawatan ini merupakan bagian dari upaya strategis New Delhi untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan maritim timur, sejalan dengan kebijakan "Act East" yang menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri India saat ini.

Kunjungan ke Indonesia akan berlangsung pada 8 dan 9 Juli. Selain melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, PM Modi dijadwalkan mengunjungi Yogyakarta untuk meninjau kompleks Candi Prambanan. Pemerintah India dan Indonesia dikabarkan akan menjalin kolaborasi dalam upaya konservasi situs bersejarah tersebut, yang mencerminkan kedekatan hubungan budaya antara kedua negara.

Dalam pertemuan di Indonesia, kedua pemimpin negara akan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor krusial. Fokus pembicaraan mencakup isu keamanan maritim, pertahanan, perdagangan, serta penguatan ikatan budaya. Dialog ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara PM Modi dengan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan ke India tahun lalu.

Setelah dari Indonesia, PM Modi akan bertolak ke Melbourne, Australia, pada 10 Juli untuk menghadiri KTT Tahunan India-Australia yang ketiga. Pertemuan ini merupakan bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah disepakati sejak tahun 2020. Fokus utama diskusi di Australia mencakup isu mineral kritis, keamanan siber, ketahanan rantai pasok global, serta pengembangan teknologi masa depan.

Lawatan diplomatik ini akan ditutup di Selandia Baru pada 11 Juli, di mana PM Modi akan bertemu dengan Perdana Menteri Christopher Luxon. Hubungan kedua negara mengalami peningkatan signifikan sejak kunjungan PM Luxon ke India tahun lalu, yang berujung pada penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) pada April 2026 lalu.

Perjanjian FTA tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata, termasuk penghapusan bea masuk untuk seluruh ekspor India ke Selandia Baru serta komitmen investasi sebesar US$20 miliar dari Selandia Baru untuk 15 tahun ke depan. Rangkaian kunjungan ini menegaskan pergeseran fokus diplomasi India menuju zona maritim timur Samudra Hindia yang kian strategis.

Mengapa Ini Penting

Kunjungan ini menunjukkan posisi Indonesia yang semakin vital dalam peta kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Bagi pelaku industri teknologi di Indonesia, fokus pembahasan pada keamanan siber dan mineral kritis membuka peluang kolaborasi strategis dalam rantai pasok teknologi global.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit