Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dijadwalkan menerima kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa petang. Agenda ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam kunjungan kerja PM Modi di Indonesia selama dua hari untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
Konfirmasi mengenai kunjungan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto. Menurut rencana, PM Modi akan tiba di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada pukul 16.00 WIB. Pihak legislatif Indonesia telah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan pemimpin negara sahabat tersebut dalam rangka memperkuat diplomasi parlementer.
Sebelum melangkah ke kompleks parlemen, PM Modi telah disambut secara kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa pagi. Rangkaian acara penyambutan dimulai dengan penghormatan lagu kebangsaan kedua negara, yang mencerminkan kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia dan India.
Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Presiden Prabowo dan PM Modi melakukan diskusi empat mata (tête-à-tête) yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral formal. Presiden Prabowo juga memberikan tanda kehormatan Bintang Adipurna kepada PM Modi sebagai simbol apresiasi atas kontribusi dalam meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan India.
Selain agenda politik, kunjungan kerja PM Modi di Indonesia mencakup aspek pelestarian budaya dan kerja sama internasional. Salah satu agenda yang dinantikan adalah kunjungan ke Candi Prambanan, yang menjadi simbol kerja sama restorasi dan pemugaran candi antara pemerintah Indonesia dan India sebagai bukti ikatan sejarah yang panjang.
Selama kunjungannya di Indonesia, kedua pemimpin negara dijadwalkan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis. Sinergi antara Indonesia dan India, sebagai dua negara demokrasi terbesar, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas dan kemajuan kawasan Asia secara luas.