Internasional

Perdana Menteri Lawrence Wong Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Timor-Leste

Perdana Menteri Lawrence Wong Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Timor-Leste

Ringkasan

  • Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong melakukan kunjungan resmi pertama ke Timor-Leste untuk mempererat hubungan bilateral dan merayakan aksesi Timor-Leste ke ASEAN.

DILI, Timor-Leste: Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Timor-Leste mulai Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7). Kunjungan ini mencatat sejarah sebagai lawatan perdana seorang Perdana Menteri Singapura ke negara anggota ASEAN terbaru tersebut, yang mempertegas hubungan diplomatik yang semakin erat di kawasan Asia Tenggara.

Dalam rangkaian agenda resminya, Lawrence Wong yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Singapura, akan disambut dalam upacara resmi di Istana Presiden di Dili. Ia dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, serta Perdana Menteri Xanana Gusmao. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Singapura dan Timor-Leste. Selain itu, sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Presiden Jose Ramos-Horta akan menganugerahkan penghargaan 'Order of Timor-Leste' (Grand Collar) kepada Lawrence Wong. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi Singapura dalam mendukung pembangunan nasional Timor-Leste serta peran aktif Singapura dalam mendukung aksesi Timor-Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN.

Kunjungan ini merupakan bentuk balasan atas kunjungan resmi Perdana Menteri Xanana Gusmao ke Singapura pada Juli tahun lalu. Dalam lawatan ini, PM Wong didampingi oleh sang istri serta Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Agenda kunjungan juga mencakup pertemuan dengan komunitas warga Singapura yang menetap di Timor-Leste untuk mempererat hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Hubungan historis antara kedua negara telah terjalin lama, bahkan sejak sebelum Timor-Leste meraih kemerdekaan pada tahun 2002. Singapura tercatat sebagai salah satu negara pertama yang berkontribusi dalam misi perdamaian internasional di Timor-Leste pada tahun 1999 melalui pengerahan personel militer dan bantuan logistik. Dukungan ini terus berlanjut hingga membantu pembentukan kepolisian Timor-Leste pada awal tahun 2000-an.

Secara ekonomi, hubungan kedua negara juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, Singapura menempati posisi sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Timor-Leste. Komoditas ekspor utama Singapura ke negara tersebut meliputi bahan bakar minyak, mesin, serta produk-produk peternakan. Selama ketidakhadiran PM Wong, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong akan menjalankan tugas sebagai penjabat perdana menteri di Singapura.

Mengapa Ini Penting

Kunjungan ini menunjukkan stabilitas kawasan Asia Tenggara pasca-masuknya Timor-Leste ke dalam ASEAN. Bagi Indonesia, penguatan hubungan Singapura-Timor-Leste membuka peluang kolaborasi ekonomi regional yang lebih luas serta memperkuat integrasi pasar di kawasan perbatasan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit