PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara aktif mengambil peran dalam menekan angka pengangguran terbuka di Indonesia, khususnya bagi lulusan SMA dan SMK. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok lulusan pendidikan menengah ini masih menghadapi tantangan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, PNM hadir dengan model bisnis yang tidak hanya fokus pada pembiayaan ultra mikro, tetapi juga menciptakan ekosistem lapangan kerja inklusif bagi generasi muda di berbagai daerah.
Strategi ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menekankan pentingnya sinergi BUMN dalam menciptakan efek berganda. Menurutnya, penguatan sektor UMKM harus dibarengi dengan perluasan kesempatan kerja yang signifikan agar daya saing nasional dapat meningkat secara merata di seluruh pelosok negeri.
Dalam proses transformasi BUMN yang sedang berlangsung, Dony juga menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap mengedepankan perlindungan hak pegawai. Hubungan industrial yang sehat menjadi prioritas utama guna memastikan bahwa setiap pekerja, terutama mereka yang berasal dari latar belakang keluarga prasejahtera, mendapatkan ruang untuk tumbuh dan memiliki jenjang karier yang jelas di dalam organisasi.
Saat ini, PNM telah berhasil menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 88 persen adalah perempuan, dan lebih dari 43 ribu di antaranya merupakan lulusan SMA atau SMK sederajat. Para karyawan ini bertugas sebagai pendamping bagi nasabah PNM Mekaar, sekaligus menjadi agen pemberdayaan ekonomi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat komunitas.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan bagian integral dari misi perusahaan. Dengan berkembangnya usaha ultra mikro para nasabah, kebutuhan akan tenaga pendamping lapangan pun meningkat. Hal ini memberikan kesempatan emas bagi lulusan SMA dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pekerjaan formal, akses pelatihan kompetensi, hingga dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui pendekatan ini, PNM membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi para pekerjanya. Dengan memadukan misi sosial dan operasional bisnis, PNM terus berupaya menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, sekaligus membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui penyediaan lapangan kerja yang inklusif dan produktif.