Bisnis & Startup

Tiga Agenda Strategis Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi

Tiga Agenda Strategis Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi

Ringkasan

  • Ekonom CORE memaparkan tiga agenda strategis, mulai dari hilirisasi hingga reformasi regulasi, sebagai kunci Indonesia lepas dari jebakan pendapatan menengah.

Indonesia saat ini berada pada fase krusial sebagai negara berpendapatan menengah atas. Untuk melangkah lebih jauh menjadi negara maju, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menegaskan perlunya transformasi struktural yang mendalam melalui tiga agenda utama.

Agenda pertama adalah peningkatan nilai tambah dalam proses hilirisasi industri. Yusuf menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya terpaku pada pengolahan bahan mentah. Industri harus bergerak ke sektor dengan nilai tambah tinggi agar mampu menciptakan daya saing yang lebih kuat di pasar global.

Agenda kedua berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Investasi masif pada sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prasyarat mutlak untuk mengoptimalkan bonus demografi. Tanpa tenaga kerja yang berkualitas dan sehat, produktivitas nasional akan sulit mencapai level yang dibutuhkan oleh negara maju.

Selanjutnya, agenda ketiga adalah reformasi regulasi yang komprehensif. Menciptakan iklim usaha yang efisien menjadi kunci agar perusahaan domestik maupun asing dapat berinvestasi dengan lebih leluasa. Birokrasi yang sederhana akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menanggapi target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, Yusuf menilai angka tersebut adalah ambisi yang menantang. Ia memperingatkan bahwa tanpa perubahan struktur ekonomi yang substansial, pertumbuhan yang hanya mengandalkan konsumsi atau belanja pemerintah tidak akan cukup membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Di sisi lain, pergeseran peta ekonomi di kawasan ASEAN yang ditandai dengan naiknya status Vietnam dan Filipina menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Yusuf mengingatkan bahwa klasifikasi Bank Dunia berdasarkan GNI per kapita hanyalah indikator awal dan belum mencerminkan kualitas institusi maupun pemerataan kesejahteraan yang sesungguhnya di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Analisis ini krusial bagi pelaku industri dan investor untuk memahami arah kebijakan ekonomi jangka panjang Indonesia. Keberhasilan transformasi ini akan menentukan stabilitas iklim bisnis serta ketersediaan talenta digital yang dibutuhkan oleh ekosistem teknologi di masa depan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit