Berita

Polda NTT Ambil Alih Kasus Kematian Dokter Icha

Polda NTT Ambil Alih Kasus Kematian Dokter Icha

Ringkasan

  • Polda NTT membentuk tim gabungan untuk mengusut tuntas kematian dr.
  • Icha yang diduga berkaitan dengan aksi intimidasi oknum anggota DPRD.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) secara resmi mengambil alih penanganan kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa dr. Icha. Keputusan ini diambil menyusul adanya dugaan intimidasi yang melibatkan tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) terhadap mendiang sebelum peristiwa kematian terjadi.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungan atau 'Joint Investigation' untuk memperkuat proses penyelidikan dan penyidikan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tingginya perhatian publik terhadap kasus yang dinilai sensitif ini.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, secara langsung menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan secara komprehensif. Melalui mekanisme tim gabungan ini, diharapkan seluruh fakta hukum dapat digali dengan lebih mendalam, transparan, dan profesional, guna memenuhi rasa keadilan di masyarakat.

Henry menambahkan bahwa pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari hasil asistensi bersama Bareskrim Polri. Fokus utama tim adalah mengedepankan metode 'scientific crime investigation', di mana setiap kesimpulan yang ditarik oleh penyidik harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tim gabungan ini dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT dengan melibatkan berbagai satuan fungsi, termasuk Dit PPA dan PPO, Ditreskrimsus, serta Polres di wilayah terkait. Kolaborasi lintas fungsi ini bertujuan agar setiap aspek, baik penyebab kematian maupun dugaan intimidasi, dapat terurai dengan jelas.

Lebih lanjut, penyidik akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum meninggal dunia. Selain itu, pihak kepolisian juga akan mendalami bukti elektronik melalui koordinasi dengan Laboratorium Forensik Polri, guna memastikan tidak ada fakta yang terlewat dalam pengungkapan kasus ini.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi sorotan krusial mengenai perlindungan tenaga medis terhadap intimidasi oknum pemegang kekuasaan. Penanganan secara ilmiah dan transparan oleh Polri sangat penting untuk menjaga integritas profesi dokter dan memastikan supremasi hukum tetap tegak di mata publik.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit