Penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan intimidasi yang menimpa mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, kini memasuki babak baru. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah secara resmi menyita rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berasal dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, sebagai barang bukti utama dalam proses penyidikan.
Wakil Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda NTT, AKBP Samuel Simbolon, menyatakan bahwa penyitaan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Polres Timor Tengah Utara (TTU). Langkah ini diambil untuk mengamankan bukti digital yang krusial guna menelusuri kronologi peristiwa intimidasi yang diduga memicu depresi berat pada dokter muda tersebut.
Selain menyita rekaman CCTV, pihak kepolisian juga berencana melakukan uji forensik digital terhadap seluruh barang bukti yang telah dikumpulkan. Analisis ini akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk memastikan keabsahan data dan memperkuat konstruksi hukum atas laporan resmi yang telah diajukan oleh pihak keluarga korban ke SPKT Polda NTT.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, telah menginstruksikan pembentukan tim investigasi gabungan (joint investigation) untuk menangani kasus ini secara serius. Tim tersebut terdiri dari personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, serta Direktorat PPA dan PPO. Sinergi antar-satuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan terhadap tiga oknum anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam intimidasi tersebut.
Kasus ini bermula pada 13 Juni 2026, ketika Dokter Icha sedang menjalankan tugas medis menangani pasien gigitan ular di RS Leona. Diduga, terjadi intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU, yakni Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP), yang kemudian berdampak pada kondisi psikologis korban. Salah satu oknum anggota dewan tersebut dikabarkan memiliki hubungan keluarga dengan pasien yang ditangani.
Kepergian Dokter Icha yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata pada 26 Juni 2026 telah menyita perhatian publik secara luas. Ribuan pelayat hadir saat prosesi pemakaman sebagai bentuk empati dan dukungan terhadap keadilan bagi tenaga medis yang menjalankan tugas profesinya di bawah tekanan.