Internasional

Polisi Hong Kong Tangkap 13 Orang dalam Operasi Anti-Mabuk dan Narkoba Selama Piala Dunia

Polisi Hong Kong Tangkap 13 Orang dalam Operasi Anti-Mabuk dan Narkoba Selama Piala Dunia

Ringkasan

  • Kepolisian Hong Kong menangkap 13 orang dalam operasi Quickchaser selama Piala Dunia terkait pelanggaran narkoba dan pengemudi mabuk.

Kepolisian Hong Kong baru saja merampungkan operasi penegakan hukum selama tiga hari yang secara khusus menargetkan pengemudi di bawah pengaruh alkohol dan narkoba. Operasi yang berlangsung di tengah gegap gempita perhelatan Piala Dunia ini bertujuan untuk memastikan keamanan lalu lintas di wilayah Kowloon Timur.

Operasi dengan sandi "Quickchaser" tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 5 Juli. Pihak kepolisian melaporkan bahwa mereka telah mengamankan 13 orang yang terdiri dari 10 pria, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, serta dua orang wanita. Para tersangka yang ditangkap tercatat memiliki rentang usia yang cukup luas, yakni antara 17 hingga 62 tahun.

Dalam proses penangkapan, pihak berwajib menemukan berbagai pelanggaran serius. Tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana perdagangan narkotika, kepemilikan obat-obatan terlarang, mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, hingga pelanggaran administrasi seperti mengemudi tanpa asuransi pihak ketiga atau saat masa penangguhan izin mengemudi.

Salah satu kasus yang cukup menonjol melibatkan seorang pengemudi taksi berusia 51 tahun. Pria tersebut diduga bekerja sama dengan seorang penumpang berusia 17 tahun untuk mendistribusikan narkoba melalui kendaraan umum dengan harapan dapat mengelabui pengawasan petugas kepolisian di jalan raya.

Tidak hanya menindak pelanggaran lalu lintas, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa kokain, etomidate, dan ketamin. Estimasi nilai jual barang haram tersebut di pasar gelap mencapai HK$40.000 atau sekitar US$5.099. Penemuan ini menjadi bukti bahwa momentum perayaan olahraga sering kali disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melancarkan aksi kriminal.

Saat ini, seluruh tersangka telah dibebaskan dengan jaminan dan diwajibkan untuk kembali melapor ke kantor polisi bulan depan. Pengecualian berlaku bagi tiga orang yang diduga terlibat langsung dalam jaringan perdagangan narkoba, di mana proses hukum terhadap mereka tetap berjalan secara intensif untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya kewaspadaan aparat keamanan dalam mengantisipasi lonjakan tindak kriminalitas selama ajang olahraga internasional besar. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat bagi otoritas terkait untuk memperketat pengawasan di sektor transportasi publik saat perhelatan besar berlangsung guna mencegah penyalahgunaan kendaraan sebagai media peredaran narkotika.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit