Abdul El Sayed, politikus Muslim dari Partai Demokrat, resmi memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) untuk kursi Senat Amerika Serikat mewakili Michigan pada Rabu (5/8). Kemenangan ini dicapai setelah ia mengalahkan Haley Stevens, anggota Kongres yang kampanyenya mendapat dukungan dana besar dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), lobi pro-Israel terkuat di AS. Menurut penghitungan Associated Press hingga Rabu pagi, El Sayed memperoleh 48,5 persen suara, sementara Stevens 47,5 persen — selisip tipis yang menandakan pergeseran dinamika politik di negara bagian yang dikenal sebagai benteng buruh dan komunitas Arab-Amerika besar.
Kemenangan El Sayed bukan sekadar kemenangan individu, melainkan simbol pergeseran sentimen basis Demokrat terhadap perang Israel-Gaza. Selama berbulan-bulan, aktivis pro-Palestina di Michigan — negara bagian dengan populasi Arab-Amerika paling padat di AS — menuntut politisi berhenti mendanai militer Israel. Stevens, yang sebelumnya memenangkan primary atas nama gerakan "Uncommitted" yang menentang kebijakan Biden, kini kalah di tangan kandidat yang lebih vokal menentang zionisme. Hal ini mengirim sinyal keras ke etablismen Partai Demokrat: dukungan tanpa syarat ke Israel kini jadi beban elektoral.
Reaksi Donald Trump tidak lama menunggu. Mantan presiden itu mengeluarkan pernyataan keras di platform Truth Social, menyebut kemenangan El Sayed sebagai "bukti radikalisasi Partai Demokrat" dan memperingatkan bahwa "Islam radikal akan mengambil alih Amerika". Dalam rangkaian posting yang sama, Trump juga mengancam akan menyerang Iran dengan skala "seperti Perang Dunia Kedua" jika Tehran terus mengancam Israel. Ancaman ini dikeluarkan di tengah eskalasi tegangan di Timur Tengah setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran bulan lalu, meski hingga kini tidak ada konfirmasi militer resmi dari Pentagon terkait rencana tersebut.
Latar belakang kemenangan El Sayed tidak terlepas dari mobilisasi akar rumput yang masif. Ribuan relawan dari komunitas Yaman, Lebanon, dan Palestina di Dearborn dan Hamtramck menggerakkan kampanye pintu-ke-pintu selama berbulan-bulan. Dana kampanye El Sayed sebagian besar berasal dari donatur kecil (small-dollar donors), berlawanan dengan mesin politik Stevens yang dihibahi jutaan dolar oleh AIPAC melalui Super PAC "United Democracy Project". Data OpenSecrets mencatat AIPAC mengeluarkan lebih dari 14 juta dolar untuk mendukung Stevens — jumlah yang gagal mengamankan kemenangan.
Kemenangan ini juga menegaskan kembali peran Michigan sebagai "swing state" vital. Pada 2020, Joe Biden menang di Michigan dengan margin hanya 154 ribu suara, didorong turnout tinggi di komunitas Arab-Amerika. Namun dukungan Biden terhadap Israel selama perang Gaza menyebabkan banyak pemilih Muslim beralih ke pilihan "Uncommitted" di primary Demokrat awal 2024. Kini, dengan El Sayed sebagai kandidat Senat, Partai Demokrat berharap dapat memobilisasi kembali basis itu untuk menghadapi kandidat Republik yang kemungkinan besar didukung Trump.
Di sisi lain, ancaman Trump menyerang Iran menambah ketidakpastian geopolitik. Analis keamanan nasional AS menilai retorik Trump lebih bersifat politik domestik — memobilisasi basis pro-Israel dan anti-Iran — daripada rencana militer konkret. Namun, Israel sendiri telah menunjukkan kemampuan serangan presisi ke dalam wilayah Iran, seperti serangan ke fasilitas Isfahan pada April lalu. Jika Trump kembali ke Kantor Oval, kebijakan "maximum pressure" terhadap Iran kemungkinan akan diperketat, berisiko memicu perang regional yang melibatkan proksi Iran seperti Hezbollah dan Houthi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki relevansi ganda. Pertama, kemenangan politikus Muslim pro-Palestina di AS memperkuat narasi global bahwa dukungan ke Palestina bukan lagi isu margin, melainkan posisi mainstream di kalangan progresif Barat. Hal ini sejalan dengan posisi konsisten Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Kedua, eskalasi ancaman militer di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak global, yang berdampak pada inflasi dan anggaran subsidi energi di Indonesia.
Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC hingga kini belum mengeluarkan komentar resmi soal hasil primary Michigan. Namun, diplomat senior yang menginginkan anonimitas mengungkapkan bahwa Jakarta memantau perkembangan politik AS dekat-dekat, mengingat AS adalah mitra strategis sekaligus pemain kunci dalam isu Palestina di PBB. "Kemenangan El Sayed menunjukkan ruang gerak diplomasi Palestina semakin terbuka di Kongres AS," ujar diplomat tersebut.
Sementara itu, di front lain, Malaysia menegaskan tidak akan mengajukan ekstradisi pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta dengan 70.000 butir ekstasi (26 kg). Direktur Satuan Narkotika PDRM, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan pilot tersebut harus menjalani proses hukum di Indonesia. Keputusan ini mencerminkan prinsip kedaulatan hukum yang juga dianut Indonesia dalam kasus-kasus serupa.
Di Eropa Timur, media Kolombia melaporkan Rusia merekrut ribuan warga negara Kolombia sebagai tentara bayaran untuk perang di Ukraina. Presiden Gustavo Petro mengaku setidaknya 7.000 warganya berperang di kedua sisi demi uang. Fenomena ini menyoroti krisis ekonomi global yang mendorong warga negara berkembang menjadi komoditas militer — isu yang juga relevan bagi Indonesia sebagai negara penyumbang TKI terbesar di Asia Tenggara.
Ke depan, semua mata akan tertuju pada pemilihan umum AS November mendatang. Apakah El Sayed mampu memenangkan kursi Senat di Michigan akan menjadi indikator apakah gerakan pro-Palestina mampu menerjemahkan energi jalanan ke dalam kekuasaan legislatif. Sementara ancaman Trump terhadap Iran akan terus memicu spekulasi pasar energi dan keamanan global. Bagi Indonesia, kesiapan diplomasi multilateral dan diversifikasi sumber energi menjadi strategi mitigasi utama menghadapi ketidakpastian geopolitik yang semakin kompleks.