Internasional

Politikus Muslim Pro-Palestina Menang Primary AS, Trump dan AIPAC Murka

Ringkasan

  • Kandidat Demokrat Abdul El Sayed menang pemilihan pendahuluan Senat AS di Michigan dengan sikap pro-Palestina, mengalahkan lawan yang didukung AIPAC.
  • Trump murka dan menuduh kecurangan.

Politikus Muslim dari Partai Demokrat, Abdul El Sayed, menang pemilihan pendahuluan untuk kursi Senat Amerika Serikat di Michigan. Kemenangan itu diraih pada Rabu (5/8) dan langsung memicu kemarahan Presiden Donald Trump serta kelompok lobi pro-Israel.

Berdasarkan penghitungan Associated Press, dengan lebih dari 95 persen suara yang telah dihitung, El Sayed memperoleh sekitar 48,5% suara. Lawannya, Haley Stevens, yang merupakan petahana, hanya mendapat 47,5%. Selisih tipis ini cukup untuk mengantarkan El Sayed melaju ke pemilu paruh waktu November mendatang.

El Sayed bukan nama asing di politik Michigan. Mantan direktur kesehatan Wayne County itu mengusung program 'Medicare for All', reformasi keuangan, dan mengakhiri bantuan militer ke Israel. Ia juga menolak gagasan negara Yahudi dan secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap itu membedakannya dari lawan politiknya.

Di sisi lain, Stevens didukung penuh oleh American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok lobi pro-Israel yang kuat. AIPAC dan afiliasinya dilaporkan telah menghabiskan lebih dari 30 juta dolar untuk mempertahankan Stevens. Namun, dana besar itu tidak mampu mengalahkan kekuatan gerakan akar rumput yang digerakkan oleh para pendukung El Sayed.

Kemenangan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Partai Demokrat sendiri. Banyak yang tidak menyangka kandidat yang kritis terhadap kebijakan Israel bisa menang di Michigan, negara bagian yang memiliki basis pemilih cukup beragam. Ini menjadi sinyal perubahan dalam dinamika politik Amerika.

Reaksi Trump datang cepat. Dalam pidato dan unggahan di Truth Social, ia menyebut El Sayed sebagai 'komunis' dan menuduh tanpa bukti adanya kecurangan di Wayne County, yang mencakup Detroit. Trump bahkan menyebut daerah itu sebagai 'daerah pemungutan suara paling korup' dan membandingkannya dengan negara dunia ketiga.

Tuduhan itu langsung memicu perdebatan. Beberapa pihak menilai pernyataan Trump adalah bentuk kekesalan karena kandidat yang didukungnya tidak menang. Namun, tuduhan kecurangan tanpa bukti bukan hal baru dari politikus yang dikenal sering melontarkan komentar kontroversial soal pemilu.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Indonesia selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Kemenangan politikus pro-Palestina di Amerika Serikat bisa menjadi angin segar bagi diplomasi internasional, meskipun masih jauh dari perubahan besar.

Namun, perjalanan El Sayed belum selesai. Pada pemilihan November nanti, ia akan berhadapan dengan kandidat Partai Republik, Mike Rogers. AIPAC sudah berjanji akan mengalahkannya dan bahkan sejumlah pendukung Stevens yang paling terkemuka dikabarkan siap menggalang dana untuk Rogers.

Sejumlah tokoh sayap kiri seperti Bernie Sanders, Elizabeth Warren, dan Alexandria Ocasio-Cortez telah menyatakan dukungan untuk El Sayed. Mereka melihat kemenangan ini sebagai momentum untuk memperkuat gerakan progresif yang menantang kebijakan luar negeri AS yang selama ini terlalu berpihak pada Israel.

Tantangan El Sayed tidak hanya datang dari lawan politik, tetapi juga tekanan dari kelompok pro-Israel yang akan berusaha keras menjatuhkannya. Namun, kemenangan telah menunjukkan bahwa ada basis pemilih yang menginginkan perubahan sikap politik yang lebih seimbang.

Jika El Sayed berhasil memenangkan pemilihan November, ia akan menjadi satu-satunya senator Muslim yang secara terbuka menolak bantuan militer untuk Israel. Ini bisa mengubah dinamika politik di Kongres dan memberikan harapan baru bagi gerakan kemerdekaan Palestina di seluruh dunia.

Langkah selanjutnya adalah kampanye panjang yang penuh tekanan. El Sayed harus meyakinkan pemilih di seluruh Michigan, bukan hanya basis progresifnya. Ia juga harus menghadapi serangan politik yang akan terus dilancarkan oleh lawan dan kelompok yang kuat.

Kendati demikian, kemenangan El Sayed sudah menjadi catatan penting dalam politik AS. Ini menunjukkan bahwa isu Israel-Palestina masih menjadi kekuatan politik yang bisa memengaruhi pemilu. Dan bagi Indonesia, perubahan ini perlu dipantau, karena bisa berdampak pada dinamika diplomasi internasional di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan El Sayed bukan sekadar peristiwa politik lokal di Michigan, tetapi juga sinyal pergeseran sikap terhadap isu Palestina di Amerika Serikat. Bagi Indonesia, yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, perkembangan ini dapat membuka ruang diplomasi yang lebih seimbang. Namun, perjalanan masih panjang karena AIPAC akan berusaha keras menjatuhkannya. Ini juga menjadi pelajaran bahwa politik akar rumput bisa mengalahkan kekuatan dana besar, dan Indonesia bisa melihat bagaimana strategi tersebut digunakan dalam konteks yang berbeda.

Sumber Asli
CNN Indonesia Internasional
Tanggal
6 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit