Bisnis & Startup

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela di Tanimbar

Ringkasan

  • Presiden Prabowo resmikan groundbreaking LNG Abadi Masela di Tanimbar, Kamis, untuk ketahanan energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meletakkan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis ini. Proyek senilai 20,9 miliar dolar AS itu menjadi investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia dan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Peresmian groundbreaking menandai masuknya blok Masela ke tahap konstruksi fisik setelah hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pengelolaan pada 1998. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Blok Masela merupakan lapangan gas raksasa di Laut Arafura yang pengembangannya sempat tertunda karena perdebatan skema penggunaan darat atau lepas pantai. Pemerintah akhirnya menetapkan pengembangan di darat melalui kilang LNG terintegrasi di Tanimbar untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Inpex Masela Ltd memimpin konsorsium bersama Pertamina dan Petronas dalam menggarap proyek ini. Fasilitas dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun serta menyalurkan gas pipa domestik 150 juta standar kaki kubik per hari dan kondensat 35.000 barel per hari.

Progres teknis proyek terus berjalan. Hingga awal Juli 2026, tahap front end engineering design telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target awal. Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama dikebut menuju final investment decision pada akhir 2026.

Kehadiran kilang LNG Abadi Masela diproyeksikan menciptakan pusat industri energi baru di Indonesia timur. Dampaknya meliputi tumbuhnya industri pendukung, perluasan peluang usaha mikro kecil menengah, serta penyerapan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Tanimbar.

Menurut kajian LPEM FEB Universitas Indonesia, proyek ini berkontribusi sekitar 137,7 miliar dolar AS terhadap PDB nasional hingga 2055. Selain itu, sekitar 12.000 lapangan kerja langsung terbentuk selama masa konstruksi dan memberi tambahan pendapatan negara serta daerah.

Proyek ini juga menjadi yang pertama di Indonesia mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage sejak tahap pengembangan. Langkah itu menunjukkan upaya pemerintah menyeimbangkan daya saing sektor energi dengan kewajiban transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Prasetyo Hadi menegaskan proyek strategis nasional akan dijalankan secara terukur dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat. Arah kebijakan pembangunan sektor energi difokuskan pada peningkatan produksi, penguatan industri, dan perluasan kesempatan kerja daerah.

Polda Maluku telah menyiapkan pengamanan menyeluruh untuk kunjungan Presiden ke Blok Masela. Kementerian Investasi sebelumnya memastikan konstruksi fisik proyek mulai berjalan pada 2027 setelah seluruh persyaratan investasi final tuntas.

Ke depan, pemerintah akan memantau penyelesaian desain dan perizinan hingga FID akhir 2026. Keberhasilan Masela akan menjadi model pembangunan industri hulu migas berbasis darat yang memberi dampak ekonomi langsung bagi wilayah terluar Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Proyek Masela akan mengubah struktur ekonomi Maluku yang selama ini bergantung sektor perikanan dan pariwisata menjadi wilayah industri energi. Integrasi CCS sejak awal membuat Indonesia punya precedent proyek migas rendah emisi di tengah tekanan pasar global. Keterlambatan hampir 30 tahun menunjukkan risiko birokrasi panjang yang harus diperbaiki agar investasi serupa tidak terbengkalai. Keberhasilan FID 2026 menjadi ujian kepastian hukum bagi investor asing di hulu migas domestik.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit