Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Senin (6/7). Pertemuan ini menjadi agenda penting di tengah rangkaian kegiatan diplomatik Presiden yang padat setelah menyambut sejumlah pemimpin dunia di Jakarta.
Sekretariat Kabinet melalui pernyataan resminya mengungkapkan bahwa pertemuan antara kedua tokoh tersebut berlangsung hangat. Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi kedua sahabat lama, tetapi juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mendalam mengenai dinamika geopolitik dan perkembangan strategis global yang sedang berlangsung saat ini.
Langkah diplomasi ini dinilai sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memperkuat jejaring internasional. Dengan menjalin komunikasi aktif bersama para tokoh berpengaruh dunia, Indonesia berupaya meningkatkan posisi tawar serta daya saing di kancah global.
Tony Blair, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai isu kebijakan publik internasional. Keterlibatannya dalam diskusi strategis ini memberikan perspektif tambahan bagi pemerintah Indonesia dalam menavigasi tantangan ekonomi dan politik dunia yang kian kompleks.
Sebelum bertemu dengan Tony Blair, Presiden Prabowo telah lebih dulu melakukan serangkaian kegiatan kenegaraan. Presiden baru saja melepas keberangkatan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, setelah sebelumnya membahas kerja sama bilateral krusial, termasuk kesepakatan mengenai keamanan di Selat Malaka serta penandatanganan 26 dokumen kerja sama strategis.
Agenda Presiden berlanjut dengan penyambutan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Pertemuan dengan PM India ini menjadi rangkaian penutup dari maraton diplomasi Presiden Prabowo yang menegaskan peran aktif Indonesia dalam mempererat hubungan regional dan internasional demi stabilitas serta kemajuan ekonomi nasional.