Berita

Pramono Anung Ungkap Peran Istri sebagai Pengawas Ketat Gerakan Pilah Sampah di Rumah

Pramono Anung Ungkap Peran Istri sebagai Pengawas Ketat Gerakan Pilah Sampah di Rumah

Ringkasan

  • Gubernur Jakarta Pramono Anung ceritakan pengalaman unik saat istrinya menjadi pengawas disiplin penerapan gerakan pilah sampah di rumah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, membagikan sisi menarik dari penerapan kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan domestik. Ia mengungkapkan bahwa gerakan pemilahan sampah yang kini digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mendapat sambutan positif dari masyarakat luas, tetapi juga diterapkan secara disiplin di kediaman pribadinya oleh sang istri.

Pramono menjelaskan bahwa sebagai inisiator yang menyusun Instruksi Gubernur (Ingub) mengenai pengelolaan sampah, dirinya menetapkan standar pemilahan sampah ke dalam empat kategori utama. Namun, ia tidak menyangka bahwa aturan tersebut justru diimplementasikan secara jauh lebih ketat oleh istrinya di rumah, melampaui ekspektasi yang ia bayangkan sebelumnya.

Dalam sebuah kesempatan di Balai Kota Jakarta, Jumat, Pramono menceritakan pengalaman pribadinya saat menikmati hidangan yang menyisakan kemasan plastik, termasuk bungkus saus atau sambal. Kebiasaannya membuang sisa kemasan plastik secara langsung kini tidak lagi bisa dilakukan dengan mudah karena adanya pengawasan ketat dari sang istri.

Ia menceritakan bahwa sang istri menegurnya dengan mengingatkan bahwa sebagai pembuat kebijakan, ia harus menjadi contoh utama dalam menjalankan aturan tersebut. Pramono diharuskan untuk mencuci terlebih dahulu kemasan plastik bekas pakai sebelum membuangnya ke tempat sampah yang sesuai, sebuah langkah yang menurutnya menantang namun edukatif.

Dengan nada berseloroh, Pramono menyebut istrinya telah berubah menjadi sosok pengawas yang sangat teliti dalam memastikan aturan pemilahan sampah dipatuhi di lingkungan rumah tangga. Pengalaman nyata ini ia bagikan untuk menekankan bahwa keberhasilan kebijakan publik, khususnya mengenai lingkungan, sangat bergantung pada perubahan kebiasaan yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa penerapan pengelolaan sampah dari rumah merupakan kunci fundamental untuk menciptakan budaya pengurangan sampah yang berkelanjutan di Jakarta. Ia berharap kisah pribadinya dapat memotivasi warga ibu kota agar tidak hanya sekadar patuh pada aturan pemerintah, tetapi juga menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup sehari-hari demi lingkungan yang lebih bersih.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam implementasi kebijakan publik di tingkat personal. Hal ini menekankan bahwa keberhasilan program lingkungan berkelanjutan di Indonesia memerlukan perubahan perilaku yang dimulai dari skala rumah tangga, bukan sekadar regulasi administratif.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit