Seorang pria di wilayah timur China dilaporkan melakukan tindakan kriminal yang mencengangkan dengan menipu teman lamanya hingga ratusan ribu yuan. Pria yang diidentifikasi bernama Sun tersebut berhasil mengelabui korbannya dengan cara mengganti kunci sebuah apartemen kosong, lalu berpura-pura menjadi pemilik sah properti tersebut untuk kemudian menjualnya kepada pasangan suami istri yang merupakan temannya sendiri.
Menurut laporan dari media lokal Xinmin Evening News, Sun memiliki rekam jejak kriminal terkait kasus penipuan di masa lalu. Setelah menyelesaikan masa hukumannya pada tahun 2017, ia kembali ke masyarakat dan bertemu dengan pasangan suami istri yang telah dikenalnya selama hampir tiga dekade. Pasangan tersebut, yang bekerja sebagai buruh migran dengan kondisi ekonomi terbatas, justru menunjukkan empati luar biasa dengan memberikan bantuan finansial, makanan, dan dukungan moral kepada Sun.
Sun memanfaatkan kebaikan hati pasangan tersebut dengan membangun citra palsu sebagai sosok yang mapan dan memiliki jaringan luas di Shanghai. Ia sering membanggakan diri sebagai warga lokal yang memiliki aset berupa ruang usaha, bahkan mengklaim memiliki kerabat di komite desa yang memiliki pengaruh besar dalam urusan properti. Narasi bohong ini dibangun dengan rapi untuk meyakinkan korbannya mengenai status sosial dan finansialnya.
Ketika pasangan tersebut menyatakan niat untuk membeli rumah yang terjangkau agar bisa menetap di kota, Sun melihat celah untuk melancarkan aksi jahatnya. Ia mengklaim memiliki akses khusus untuk mendapatkan properti dengan harga diskon. Dengan memanipulasi kepercayaan yang telah terjalin selama puluhan tahun, ia berhasil meyakinkan pasangan tersebut untuk menyetorkan uang sebesar 700.000 yuan atau setara dengan 103.000 dolar AS.
Proses penipuan ini dilakukan dengan metode yang cukup berani, yakni dengan mengganti kunci apartemen yang sedang dalam kondisi kosong. Tanpa sepengetahuan pemilik asli, Sun membawa pasangan tersebut untuk meninjau unit yang dimaksud dan memberikan kesan bahwa apartemen itu adalah miliknya yang siap dijual. Setelah dana diterima, Sun menghilang dan meninggalkan pasangan tersebut dalam kerugian finansial yang sangat besar.
Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kewaspadaan dalam transaksi properti, bahkan dengan orang yang dikenal dekat sekalipun. Tindakan Sun tidak hanya melanggar hukum secara berat, tetapi juga mencederai ikatan persahabatan yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Saat ini, otoritas hukum setempat tengah memproses kasus ini untuk memberikan keadilan bagi pasangan korban penipuan tersebut.