Sektor manufaktur Singapura mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Mei. Lonjakan ini utamanya dipicu oleh kinerja sektor elektronik yang sangat kuat, yang didorong oleh tingginya permintaan global terhadap produk-produk berbasis kecerdasan buatan (AI). Data resmi yang dirilis oleh Economic Development Board (EDB) pada Jumat (26/6) menunjukkan tren positif yang konsisten di berbagai klaster industri utama.
Jika mengecualikan sektor manufaktur biomedis, output manufaktur Singapura bahkan mencatatkan kenaikan yang lebih impresif, yakni sebesar 17,7 persen. Meski secara bulanan (month-on-month) dengan penyesuaian musiman terdapat penurunan tipis sebesar 0,7 persen, angka ini tetap menunjukkan resiliensi industri Singapura di tengah fluktuasi pasar global yang menantang.
Sektor elektronik menjadi lokomotif utama pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 35,8 persen. Segmen infokomunikasi, elektronik konsumen, dan semikonduktor mencatat kinerja luar biasa, yang ditegaskan oleh EDB sebagai dampak langsung dari masifnya kebutuhan akan infrastruktur dan perangkat pendukung AI. Keberhasilan ini menempatkan Singapura sebagai titik krusial dalam rantai pasok teknologi dunia.
Klaster teknik presisi juga turut berkontribusi dengan pertumbuhan sebesar 32,2 persen. Peningkatan ini didorong oleh tingginya produksi peralatan semikonduktor serta komponen optik dan instrumen elektronik lainnya. Sementara itu, industri manufaktur umum mengalami pertumbuhan moderat sebesar 1,8 persen, yang didukung oleh peningkatan produksi produk logam struktural.
Di sisi lain, terdapat kontraksi pada beberapa sektor seperti teknik transportasi yang turun 5 persen akibat melambatnya aktivitas pemeliharaan pesawat (MRO) dan proyek anjungan lepas pantai. Sektor kimia juga mengalami penurunan sebesar 11,5 persen yang disebabkan oleh gangguan pasokan bahan baku, sementara sektor biomedis terkontraksi 24,2 persen karena melemahnya permintaan perangkat medis dan pergeseran produksi farmasi.
Secara keseluruhan, kinerja manufaktur Singapura di bulan Mei memberikan gambaran mengenai pergeseran fokus industri menuju teknologi canggih. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan Singapura dalam menangkap peluang di sektor AI, yang kini menjadi penggerak utama ekonomi manufaktur di kawasan Asia Tenggara.