Berita

Program Cek Kesehatan Gratis di Pasaman Barat Lampaui Target Semester I 2026

Program Cek Kesehatan Gratis di Pasaman Barat Lampaui Target Semester I 2026

Ringkasan

  • Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berhasil melampaui target Program Cek Kesehatan Gratis pada semester I 2026 dengan menjangkau 116.866 warga.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatatkan keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang semester I tahun 2026. Hingga periode Juni, program ini telah menjangkau 116.866 warga, yang merepresentasikan capaian sebesar 24,83 persen dari total target tahunan. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar 23 persen untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, menyatakan bahwa target ambisius pemerintah daerah untuk tahun 2026 adalah menjangkau 46 persen dari total populasi yang berjumlah 470.700 penduduk. Dengan capaian yang melampaui target semesteran ini, pemerintah optimistis dapat memenuhi target tahunan yang telah direncanakan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Program CKG yang diinisiasi sejak awal Januari 2026 ini dirancang untuk mencakup seluruh lapisan usia, mulai dari bayi, balita, anak prasekolah, siswa sekolah, hingga kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia). Diversifikasi sasaran ini bertujuan agar deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit dapat dilakukan secara komprehensif di semua kelompok umur.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan distribusi jangkauan yang cukup merata. Untuk kategori bayi, program telah menyentuh 1.818 orang, sementara untuk balita dan anak prasekolah tercatat 7.231 orang. Selain itu, kelompok anak usia sekolah juga menjadi fokus utama dengan rincian 9.600 siswa SD, 2.637 siswa SMP, dan 4.060 siswa SMA yang telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan.

Kelompok dewasa dan lansia mencatatkan angka partisipasi yang paling tinggi. Sebanyak 90.251 warga dewasa usia 18-59 tahun telah menjalani pemeriksaan, diikuti oleh 12.212 warga lanjut usia. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap layanan medis gratis yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat melalui jaringan puskesmas.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas Kesehatan Pasaman Barat terus menggencarkan promosi kesehatan melalui media sosial dan edukasi langsung di puskesmas. Selain itu, dukungan administratif yang kuat melalui instruksi bupati dan sekretaris daerah kepada seluruh organisasi perangkat daerah serta aparatur sipil negara menjadi kunci sukses dalam mobilisasi warga untuk memanfaatkan fasilitas CKG ini.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan program ini menunjukkan efektivitas digitalisasi monitoring kesehatan dan kolaborasi lintas sektor dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat daerah. Model pelayanan kesehatan berbasis data ini menjadi acuan penting bagi daerah lain dalam mengoptimalkan anggaran kesehatan untuk deteksi dini penyakit secara massal.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit