Internasional

Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dipadati Massa di Teheran

Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dipadati Massa di Teheran

Ringkasan

  • Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran menarik massa dalam jumlah besar di tengah ketegangan politik regional.

Prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, resmi dimulai di Teheran pada Senin waktu setempat. Laporan dari televisi pemerintah Iran menunjukkan ribuan pelayat telah memadati jalanan ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir. Otoritas setempat telah melakukan persiapan keamanan yang ketat guna mengantisipasi membludaknya jumlah massa yang diperkirakan akan menandingi jumlah pelayat pada pemakaman pendahulunya hampir empat dekade silam.

Upacara ini dipandang sebagai momen krusial bagi Republik Islam Iran untuk menunjukkan ketangguhan nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas pasca-konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Dunia internasional saat ini tengah menyoroti transisi kekuasaan yang sedang berlangsung, khususnya terkait sosok pengganti Khamenei, yaitu putranya, Mojtaba Khamenei. Hingga saat ini, Mojtaba belum tampil di depan publik sejak ia resmi memegang tampuk kekuasaan.

Sebelum prosesi dimulai, jenazah Ali Khamenei telah disemayamkan selama dua hari di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran. Berdasarkan laporan penyiar negara IRIB, iring-iringan jenazah bergerak melintasi ibu kota diiringi oleh massa yang sangat besar. Suasana duka menyelimuti kota, di mana para pelayat terlihat memadati rute perjalanan untuk menyaksikan prosesi terakhir sang pemimpin.

Ketegangan politik juga terlihat jelas dalam aksi massa di lapangan. Di Lapangan Imam Hussein yang terletak di bagian timur Teheran, para pelayat dilaporkan menggantung boneka yang menyerupai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tindakan ini mencerminkan sentimen anti-Barat yang masih kuat di kalangan pendukung pemerintah Iran di tengah ketidakpastian masa depan negara tersebut.

Pihak berwenang Iran menyatakan harapan besar agar prosesi kali ini berjalan tertib dan tidak mengulangi kekacauan yang terjadi pada pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini tahun 1989. Saat itu, pemakaman Khomeini dilaporkan dihadiri hingga 10 juta orang, namun insiden desak-desakan mematikan menewaskan lebih dari 10 orang dan menyebabkan lebih dari 10.000 orang terluka. Belajar dari sejarah tersebut, pengamanan di sekitar rute pemakaman diperketat secara maksimal.

Kejadian ini menandai babak baru bagi stabilitas Timur Tengah setelah Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama perang kawasan pada 28 Februari lalu. Seluruh mata kini tertuju pada Teheran, mengamati bagaimana transisi kepemimpinan ini akan mempengaruhi arah kebijakan luar negeri Iran serta dinamika keamanan regional yang dampaknya dapat dirasakan oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Ketidakpastian kepemimpinan di Iran dapat memicu fluktuasi harga minyak dan gas global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi Indonesia. Selain itu, dinamika geopolitik ini menuntut kewaspadaan pemerintah dalam menjaga keamanan warga negara Indonesia di wilayah Timur Tengah serta menjaga netralitas kebijakan luar negeri.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit