Internasional

Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimulai di Teheran

Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimulai di Teheran

Ringkasan

  • Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei resmi dimulai di Teheran, mengawali rangkaian upacara duka selama sepekan menuju pemakaman di Mashhad.

Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, secara resmi dimulai di Teheran pada Senin, 6 Juli 2026. Acara ini menandai dimulainya rangkaian upacara duka selama sepekan yang akan berakhir dengan pemakaman di kota kelahirannya, Mashhad. Ribuan pelayat memadati jalan-jalan ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang tewas dalam serangan udara di kantornya pada 28 Februari lalu.

Sebelum prosesi dimulai, jenazah Khamenei disemayamkan selama dua hari di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran. Otoritas keamanan Iran telah mengerahkan personel tambahan untuk mengantisipasi lonjakan massa yang diperkirakan akan menyamai jumlah pelayat pada pemakaman pendahulunya, Ruhollah Khomeini, hampir empat dekade silam. Pemerintah berupaya keras untuk memastikan keamanan agar tidak terjadi insiden kerumunan yang mematikan sebagaimana yang terjadi pada tahun 1989.

Ali Khamenei tewas bersama empat anggota keluarganya dalam serangan udara yang terjadi pada hari pertama konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Insiden tragis tersebut memicu ketegangan geopolitik yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Ribuan warga Iran tampak memadati Grand Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa melintasi kota Teheran dengan iring-iringan kendaraan resmi.

Jadwal rangkaian pemakaman ini dirancang dengan sangat detail oleh pemerintah Iran. Setelah prosesi di Teheran, jenazah dijadwalkan akan dibawa ke pusat keagamaan di Qom pada Selasa, 7 Juli. Perjalanan kemudian akan dilanjutkan ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu, 8 Juli, sebelum akhirnya menuju tempat peristirahatan terakhir di Mashhad pada Kamis, 9 Juli 2026.

Di sela-sela prosesi, terlihat pula dukungan publik terhadap suksesi kepemimpinan Iran. Beberapa pelayat tampak membawa potret Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei, yang kini dipandang sebagai calon pemimpin tertinggi baru. Dinamika ini menunjukkan adanya upaya transisi kekuasaan di tengah situasi keamanan negara yang sedang berada dalam status siaga tinggi pasca-serangan.

Kejadian ini menjadi momen bersejarah bagi Republik Islam Iran, mencerminkan transisi kekuasaan di masa krisis perang. Fokus dunia saat ini tertuju pada stabilitas internal Iran dan bagaimana dampak dari tewasnya pemimpin tertinggi tersebut akan memengaruhi arah kebijakan luar negeri Iran serta eskalasi konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan.

Mengapa Ini Penting

Kematian pemimpin tertinggi Iran memicu ketidakpastian geopolitik yang signifikan, yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas keamanan di Timur Tengah. Bagi Indonesia, situasi ini menuntut kewaspadaan diplomatik serta antisipasi terhadap dampak ekonomi global yang mungkin timbul akibat eskalasi konflik di kawasan produsen energi utama tersebut.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit