Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba konsolidasi setelah pajak mencapai Rp6,39 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 81,3 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.
Plt. Direktur Utama PTPN III, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa lonjakan laba tersebut didorong oleh penguatan harga jual komoditas unggulan di pasar global. Harga jual minyak kelapa sawit (CPO) tercatat berada di angka Rp14.222 per kilogram, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang dipatok pada Rp11.749 per kilogram.
Kontribusi terhadap laba perusahaan didominasi oleh empat komoditas utama, dengan kelapa sawit memberikan sumbangsih terbesar mencapai 75,06 persen dari total penjualan. Sisanya disokong oleh komoditas gula sebesar 13 persen, karet sebesar 7,1 persen, serta teh yang menyumbang 1,4 persen terhadap pendapatan perusahaan.
Dari sisi produktivitas, PTPN III juga mencatatkan capaian positif dengan produksi CPO yang mencapai 2,7 juta ton atau meningkat 4 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Sementara itu, produksi Tandan Buah Segar (TBS) tercatat mencapai 12,3 juta ton, angka yang menunjukkan efisiensi operasional di lapangan.
Meski mencatatkan kinerja gemilang, perusahaan tetap memiliki agenda perbaikan untuk tahun 2026. Fokus utama mencakup peningkatan total produksi karet dan teh yang saat ini masih perlu dioptimalkan agar mencapai target yang lebih ambisius. Manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas per hektare untuk memastikan keberlanjutan pasokan.
Ke depan, PTPN III menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga mencapai Rp73,6 triliun pada tahun 2026, naik dari realisasi Rp59 triliun di tahun 2025. Iswahyudi berharap dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk DPR RI, dapat mengakselerasi pencapaian target strategis tersebut guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.