Berita

Purbaya Yudhi Sadewa: Saldo Anggaran Lebih 2025 Jadi Penyangga Fiskal yang Solid

Purbaya Yudhi Sadewa: Saldo Anggaran Lebih 2025 Jadi Penyangga Fiskal yang Solid

Ringkasan

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi SAL akhir 2025 sebesar Rp438,26 triliun tetap kuat sebagai penyangga fiskal negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir tahun 2025 yang mencapai Rp438,26 triliun berada pada level yang sangat memadai. Dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Purbaya menyatakan bahwa saldo tersebut berfungsi sebagai bantalan fiskal yang krusial untuk menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global serta dinamika pembangunan nasional.

Memasuki tahun 2025, pemerintah mencatatkan posisi awal SAL sebesar Rp457,54 triliun. Sepanjang tahun berjalan, pemerintah memanfaatkan SAL tersebut untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp93,15 triliun. Setelah dikurangi dengan berbagai penyesuaian dan ditambah dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp72,40 triliun, angka akhir saldo tetap terjaga di level yang aman.

Selain menyoroti posisi SAL, laporan keuangan pemerintah per 31 Desember 2025 juga mencerminkan kondisi neraca yang solid. Pemerintah mencatat total aset sebesar Rp14.600,98 triliun dengan kewajiban mencapai Rp11.527,29 triliun, sehingga menghasilkan ekuitas negara sebesar Rp3.073,69 triliun. Purbaya menegaskan bahwa data ini menggambarkan kapasitas fiskal pemerintah yang cukup kuat dalam membiayai agenda pembangunan berkelanjutan.

Dari sisi operasional, pemerintah melaporkan pendapatan operasional sebesar Rp3.006,42 triliun, sementara beban operasional tercatat di angka Rp3.429,51 triliun. Hal ini menyebabkan defisit operasional sebesar Rp423,09 triliun, yang jika digabungkan dengan kegiatan non-operasional, menghasilkan total defisit laporan operasional sebesar Rp532,99 triliun. Meskipun demikian, pemerintah tetap optimistis dengan ruang fiskal yang tersedia.

Dalam laporan arus kas, aktivitas investasi pemerintah mencatat arus kas negatif sebesar Rp712,07 triliun. Namun, Purbaya menjelaskan bahwa angka negatif tersebut justru mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam melakukan investasi produktif. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan sektor strategis lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara jangka panjang.

Secara keseluruhan, aktivitas pendanaan mencatatkan arus kas positif sebesar Rp828,37 triliun, yang membantu mengompensasi defisit dari aktivitas operasi dan investasi. Dengan manajemen kas yang terukur, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan pembiayaan negara, memastikan bahwa kebutuhan pembangunan nasional tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah.

Mengapa Ini Penting

Stabilitas SAL menjadi indikator utama ketahanan ekonomi Indonesia terhadap guncangan eksternal. Bagi pelaku bisnis dan investor, posisi fiskal yang solid memberikan sinyal positif mengenai kredibilitas pemerintah dalam mengelola utang dan mendanai proyek strategis nasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit