Teknologi

Purnawirawan TNI Teguh Arief Resmi Pimpin Peruri Gantikan Dwina Septiani

Ringkasan

  • Badan Pengaturan BUMN menunjuk Teguh Arief Indratmoko sebagai Dirut Perum Peruri menggantikan Dwina Septiani Wijaya.
  • Penunjukan ini didasarkan pada kebutuhan strategis pengamanan dokumen negara.

Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) secara resmi menetapkan purnawirawan TNI Angkatan Darat Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BP BUMN Nomor 345 dan 346 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 15 Juli 2026, sekaligus mengakhiri masa jabatan Dwina Septiani Wijaya di pucuk pimpinan perusahaan pelat merah tersebut.

Penunjukan Teguh Arief dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Geerhan Lantara sebagai Ketua Dewan Pengawas Peruri yang baru. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memastikan bahwa perombakan struktur kepemimpinan di tubuh Peruri murni didasarkan pada kebutuhan operasional dan strategis korporasi, bukan sekadar perputaran elit semata.

Langkah ini diumumkan tak lama setelah Dony Oskaria menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu pekan ini. Menurut Dony, pergantian pucuk pimpinan di tubuh Peruri merupakan penyesuaian kompetensi dengan karakteristik unik badan usaha tersebut yang tidak bisa disamakan dengan entitas bisnis konvensional.

Peruri memang berbeda dari entitas BUMN komersial pada umumnya. Perusahaan ini memegang amanat konstitusional dan fungsi strategis yang berkaitan erat dengan aspek keamanan serta pengamanan dokumen negara, mulai dari pencetakan uang Rupiah, paspor, hingga meterai. Keberadaannya menjadi tulang punggung logistik keamanan Republik Indonesia yang tidak boleh dimainkan oleh kepentingan pasar bebas.

Penunjukan sosok dengan latar belakang militer di posisi tertinggi ini mengindikasikan bahwa pemerintah menempatkan aspek keamanan (security) di atas orientasi bisnis semata. Dony menegaskan bahwa Peruri pada hakikatnya bukanlah perusahaan komersial murni, melainkan sebuah alat negara untuk mengontrol dan menjaga integritas dokumen resmi pemerintah dari berbagai ancaman.

Bagi ekosistem teknologi dan keamanan siber di Tanah Air, pergeseran kepemimpinan ini membawa nuansa tersendiri. Di era digital, ancaman terhadap dokumen negara tidak lagi sebatas pemalsuan fisik, tetapi merambah ke ranah siber dan kriptografi. Meski Teguh Arief dikenal sebagai purnawirawan TNI, tantangan ke depannya adalah memadukan kekuatan pengamanan fisik dengan inovasi teknologi keaslian dokumen berbasis digital.

Sebelumnya, Peruri di bawah arahan Dwina Septiani Wijaya sempat menghadirkan berbagai teknologi untuk menjamin keaslian produk industri kreatif melalui fitur keamanan terintegrasi. Kini, dengan masuknya figur dari kalangan TNI, fokus utama diproyeksikan akan semakin menguat pada penguatan pertahanan dokumen strategis negara dari ancaman sabotase maupun spionase industri lintas batas.

Dampaknya bagi masyarakat luas cukup signifikan. Keandalan Peruri dalam mengamankan dokumen negara akan berpengaruh langsung pada stabilitas ekonomi dan hukum, mengingat uang kartal serta dokumen identitas merupakan instrumen vital yang tidak boleh terkompromi. Penempatan direksi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik ini juga menjadi preseden bagi BUMN lainnya yang memegang fungsi strategis serupa.

"Jadi semua penempatan direksi itu tergantung dari kebutuhan kita. Peruri ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya. Kita butuh ya, jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya Peruri ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol tadi kan, karena ini bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya," terang Dony Oskaria menanggapi penunjukan purnawirawan TNI tersebut di Istana Negara.

Ia menambahkan, keputusan pergantian sudah final dan tidak terbantahkan setelah pengumuman resmi dilakukan. "Saya rasa kalau sudah diumumkan, mungkin ya (pergantian Dirut Peruri). Karena tadi saya di dalam (rapat terbatas). Tetapi keputusannya sudah ada," ujar Dony usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa proses administrasi sudah rampung.

Ke depan, BP BUMN berkomitmen untuk terus menjaga tata kelola dan transparansi di seluruh entitas pelat merah, termasuk Peruri. Kombinasi antara pengawasan ketat dari Geerhan Lantara sebagai Ketua Dewan Pengawas dan eksekusi lapangan oleh Teguh Arief diharapkan mampu menjaga roda perusahaan tetap selaras dengan visi pertahanan negara yang digariskan pemerintah.

Tren penunjukan purnawirawan TNI di posisi strategis BUMN yang memegang fungsi keamanan diprediksi akan berlanjut seiring dengan dinamika ancaman global. Peruri tidak hanya dituntut untuk mencetak uang dengan kualitas tinggi, tetapi juga harus bertransformasi menjadi pusat unggulan teknologi pengamanan dokumen di kawasan Asia Tenggara demi menjaga kedaulatan Republik.

Mengapa Ini Penting

Penunjukan purnawirawan TNI di pimpinan Peruri menegaskan bahwa negara memprioritaskan aspek pertahanan dan keamanan siber dibanding sekadar profit komersial. Hal ini berdampak langsung pada ketahanan ekonomi mengingat Peruri mencetak uang Rupiah dan dokumen identitas vital. Masyarakat luas akan merasakan dampaknya melalui stabilitas nilai tukar dan keamanan data kependudukan dari ancaman pemalsuan digital. Langkah ini juga menandai era baru pengawasan BUMN yang lebih terpusat dan berorientasi pada keamanan negara.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit