Berita

Puskeswan Batam Hadirkan Layanan Reservasi Operasi Steril Hewan Berbasis Daring

Puskeswan Batam Hadirkan Layanan Reservasi Operasi Steril Hewan Berbasis Daring

Ringkasan

  • Puskeswan Batam meluncurkan aplikasi Sipintar Jaring untuk memudahkan warga mendaftarkan hewan peliharaan mereka untuk operasi steril secara daring.

UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Batam, Kepulauan Riau, kini menghadirkan inovasi layanan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses prosedur sterilisasi atau kebiri bagi hewan peliharaan. Langkah ini diambil sebagai upaya modernisasi pelayanan publik di bidang kesehatan hewan dengan memanfaatkan teknologi reservasi daring yang lebih efisien.

Kepala UPTD Puskeswan Batam, Yusak W. Hardja, menjelaskan bahwa sistem ini diimplementasikan melalui aplikasi bernama Sipintar Jaring (Sistem Pelayanan Informasi Pendaftaran dan Penjadwalan Operasi Hewan Kesayangan Secara Daring). Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut secara langsung melalui situs resmi puskeswan.batam.go.id tanpa harus datang ke kantor untuk mendaftar secara manual.

Melalui aplikasi ini, pemilik kucing atau anjing kini memiliki fleksibilitas untuk menentukan sendiri jadwal operasi yang tersedia sesuai dengan waktu luang mereka. Yusak menegaskan bahwa sistem daring ini dirancang untuk meminimalisir penumpukan antrean di lokasi puskeswan sekaligus memberikan efisiensi dari sisi waktu dan biaya transportasi bagi para pemilik hewan peliharaan.

Proses pendaftaran melalui Sipintar Jaring mewajibkan pemilik hewan untuk melampirkan identitas diri berupa KTP serta data lengkap mengenai hewan peliharaan, termasuk bukti vaksinasi yang masih berlaku. Persyaratan ini menjadi krusial demi memastikan bahwa hewan berada dalam kondisi kesehatan yang prima sebelum menjalani prosedur operasi, sehingga proses pemulihan pasca-operasi dapat berjalan dengan optimal.

Bagi hewan yang belum divaksinasi atau masa berlaku vaksinnya telah habis, pihak Puskeswan mewajibkan pemilik untuk melengkapi vaksinasi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan baik di Puskeswan Batam maupun di praktik dokter hewan swasta sebelum jadwal operasi yang telah ditentukan. Selain itu, Puskeswan Batam menerapkan standar pembayaran yang transparan dan modern dengan menggunakan sistem pindai QRIS untuk biaya retribusi layanan.

Respons masyarakat terhadap sistem ini dilaporkan sangat positif. Transparansi jadwal dan kepastian waktu pelayanan menjadi poin utama yang diapresiasi, karena memberikan kenyamanan bagi pemilik hewan. Sementara itu, untuk layanan di luar tindakan operasi, seperti pemeriksaan kesehatan rutin atau vaksinasi, masyarakat tetap dapat datang langsung ke Puskeswan Batam pada hari kerja sesuai dengan jam operasional yang berlaku.

Mengapa Ini Penting

Digitalisasi layanan publik di sektor kesehatan hewan menunjukkan tren positif transformasi birokrasi yang lebih efisien dan transparan. Inovasi ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas layanan medis hewan sekaligus mendukung pengendalian populasi hewan peliharaan melalui metode yang lebih terukur.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit