Seorang saksi korban memberikan kesaksian dalam persidangan di Singapura pada Selasa (7/7) terkait kasus penipuan investasi mesin kopi otomatis yang melibatkan Raymond Ng Kai Hoe. Saksi tersebut mengaku merasa tertipu dan diintimidasi setelah menginvestasikan sejumlah uang untuk skema kepemilikan bersama mesin vending, namun tidak pernah menerima imbal hasil yang dijanjikan. Raymond Ng, yang merupakan suami dari pendiri kelompok anti-vaksin Healing the Divide, Iris Koh, kini menghadapi enam dakwaan penipuan.
Dalam dakwaan tersebut, Raymond Ng dituduh menipu enam orang dengan total kerugian mencapai lebih dari S$25.000 atau sekitar Rp290 juta. Dana tersebut dikumpulkan melalui perusahaannya, Candle Consulting, dalam kurun waktu antara Agustus 2019 hingga Oktober 2020. Penipuan ini bermula dari iklan di media sosial yang menawarkan skema investasi menarik dengan janji keuntungan dari lokasi-lokasi strategis.
Persidangan sempat diwarnai ketegangan ketika pihak jaksa menyoroti unggahan Raymond Ng di situs web VendShare. Unggahan tersebut memuat grafis berjudul "Apa yang Tidak Diberitakan Media" yang dianggap sebagai komentar terhadap jalannya persidangan. Jaksa penuntut umum, Hui Choon Kuen, memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi merugikan jalannya proses hukum dan dapat dianggap sebagai upaya mendiskreditkan saksi yang sedang memberikan keterangan.
Hakim Distrik Lim Tse Haw menegaskan bahwa terdakwa tidak diperbolehkan memberikan komentar subjektif terhadap bukti atau kesaksian yang sedang berlangsung di pengadilan. Meskipun Raymond Ng berdalih bahwa ia hanya memberikan penjelasan dan mengkritik liputan media, hakim menjelaskan perbedaan mendasar antara pemberitaan faktual oleh media dengan komentar opini yang dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam perkara.
Saksi kedua yang dihadirkan oleh jaksa, Bryan Chua, seorang agen properti, menceritakan awal mula ia tertarik pada skema ini. Ia mengaku tergiur setelah melihat iklan di Facebook dan Instagram mengenai investasi kepemilikan bersama mesin vending. Setelah mendaftar dan menghadiri presentasi yang dipimpin langsung oleh Ng pada 2019, ia memahami bahwa ia akan memiliki porsi kepemilikan terbatas atas mesin yang ditempatkan di lokasi strategis seperti Arab Street dan Joo Chiat.
Namun, realita yang dialami saksi sangat jauh dari janji yang disampaikan saat presentasi. Selain tidak menerima pengembalian modal atau keuntungan, saksi mengklaim bahwa Raymond Ng justru merespons keluhannya dengan ancaman tuntutan balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Kasus ini kini terus bergulir di pengadilan untuk membuktikan sejauh mana praktik penipuan yang dilakukan oleh terdakwa melalui platform VendShare tersebut.