Teknologi

Saham SK Hynix Melonjak 13% Berkat Optimisme Permintaan Memori AI

Ringkasan

  • Saham SK Hynix melonjak hampir 13 persen di Bursa Seoul pada Rabu (15/7) setelah data inflasi AS lebih dingin mendorong saham teknologi, sementara analisis memproyeksikan kekurangan pasokan memori AI hingga 2027.

Saham SK Hynix melonjak hampir 13 persen di Bursa Efek Seoul pada Rabu, 15 Juli, mendorong indeks kospi ke level tertinggi dalam beberapa minggu. Kenaikan itu didorong oleh sentimen positif dari pasar Amerika Serikat, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mencatat kenaikan setelah data inflasi AS Juli tercatat lebih rendah dari perkiraan analis.

Kenaikan saham SK Hynix juga mengangkat saham semikonduktor lain di Korea Selatan. Samsung Electronics naik sekitar 8 persen, sementara produsen peralatan chip Hanmi Semiconductor melonjak sekitar 25 persen pada perdagangan awal. Gerakan ini menandakan kepercayaan investor kembali ke sektor chip setelah beberapa pekan volatilitas yang dipicu kekhawatiran pertumbuhan pendapatan memori.

Volatilitas tersebut muncul karena investor khawatir kenaikan harga memori yang melambat di paruh kedua 2026, serta tanda-tanda pengeluaran modal (capex) penyedia layanan cloud AS yang mulai perlahan. Di sisi lain, rencana ekspansi kapasitas multi-miliar dolar oleh produsen memori menimbulkan pertanyaan apakah ketidakseimbangan penawaran-permintaan yang memicu rally saham chip akan mereda.

Namun, sejumlah analis tetap optimis. Kim Sunwoo, analis senior Meritz Securities, menyatakan bahwa produsen DRAM saat ini hanya memenuhi 75 hingga 80 persen permintaan global, dan angka itu diperkirakan turun ke kisaran 60 persen pada 2027. Bahkan setelah mengeluarkan pesanan spekulatif, tingkat pemenuhan masih hanya sekitar 70 persen.

Proyeksi itu mengindikasikan kekurangan pasokan yang akan semakin dalam, sehingga harga memori dan laba perusahaan kemungkinan terus naik, mendukung rebound harga saham yang kuat. Kim menambahkan bahwa tren struktural permintaan dari aplikasi AI akan menjaga ketatan pasar jangka panjang.

HSBC dalam catatan terbaru menyoroti bahwa peningkatan profitabilitas layanan AI akan terus mendorong pengeluaran cloud yang besar. Broker tersebut juga menilai pergeseran industri ke kontrak pasokan jangka panjang tiga hingga lima tahun akan meningkatkan visibilitas laba dua hingga tiga tahun ke depan serta mengurangi volatilitas penghasilan.

Barclays menambah sentimen positif dengan memulai cakupan riset pada American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix yang baru tercatat di Nasdaq, memberikan rating "overweight" dan target harga 330 dolar AS. ADR tersebut melonjak hampir 28 persen ke level 193,92 dolar pada Selasa, mencerminkan antusiasme investor global.

Goldman Sachs menilai penjualan massal saham chip Korea Selatan diperparah oleh pembubaran posisi dalam exchange-traded fund (ETF) baru yang konsentrasi portofolionya condong pada satu atau dua saham. Meskipun demikian, siklus semikonduktor fundamental dinilai tetap kokoh.

Kepala Eksekutif SK Hynix, Kwak Noh-jung, memperkuat narasi kekurangan dengan memperkirakan industri memori global akan menghadapi kelangkaan terparah dalam sejarah pada 2027. Ia menegaskan permintaan akan terus melebihi kapasitas produksi perusahaan hingga setelah 2030, meskipun ekspansi agresif sedang berlangsung.

Bagi pasar Indonesia, kenaikan harga memori dan ketidakpastian pasokan berdampak langsung pada operator pusat data dan penyedia layanan cloud yang menjadi tulang punggung transformasi digital nasional. Perusahaan-perusahaan seperti Telkom, Indosat Ooredoo Hutchison, maupun startup cloud lokal kemungkinan menghadapi tekanan biaya perangkat keras server.

Ukm dan startup yang bergantung pada infrastruktur cloud untuk layanan AI, analitik data, maupun e-commerce juga berisiko merasakan kenaikan biaya langganan. Pemerintah yang mendorong program "Making Indonesia 4.0" harus mempertimbangkan diversifikasi rantai pasokan dan insentif investasi perakitan memori domestik.

Ke depan, analis memprediksi harga DRAM dan NAND akan tetap tinggi setidaknya hingga 2027, mendorong perusahaan teknologi Indonesia untuk merencanakan anggaran TI yang lebih fleksibel. Kolaborasi dengan vendor global, pengadaan jangka panjang, serta pengembangan ekosistem semicondutor lokal menjadi strategi mitigasi yang krusial.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting bagi Indonesia karena ketergantungan ekosistem digital nasional pada impor memori membuat harga dan ketersediaan chip menjadi variabel kritis bagi biaya operasional pusat data dan layanan cloud. Jika kekurangan DRAM berlanjut hingga 2027 seperti proyeksi analis, perusahaan Indonesia berisiko menghadapi kenaikan biaya TI yang signifikan, yang pada gilirannya bisa memperlambat adopsi AI dan inovasi startup lokal. Pemerintah perlu mempercepat kebijakan insentif industri semicondutor domestik serta mendorong kerjasama transfer teknologi dengan pemain global seperti SK Hynix. Tanpa mitigasi dini, kesenjangan digital antara perusahaan besar dan UMKM berpotensi melebar seiring mahalnya infrastruktur komputasi berperforma tinggi.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit