Berita

Sanggar Suara Kanti Tampilkan Keunikan Angklung Kebyar Khas Gianyar di PKB 2026

Sanggar Suara Kanti Tampilkan Keunikan Angklung Kebyar Khas Gianyar di PKB 2026

Ringkasan

  • Sanggar Suara Kanti memperkenalkan Angklung Kebyar khas Gianyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 sebagai upaya pelestarian budaya.

Denpasar – Sanggar Suara Kanti dari Kelurahan Gianyar sukses memukau penonton dalam ajang Utsawa (Parade) Angklung di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Denpasar, Selasa. Penampilan ini menjadi panggung bagi sanggar tersebut untuk memperkenalkan kekhasan Angklung Kebyar asal Gianyar kepada khalayak luas.

Penata Tari Sanggar Suara Kanti, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra, menjelaskan bahwa garapan yang ditampilkan berfokus pada penguatan karakter Angklung Kebyar khas Gianyar. Meskipun dilakukan pengembangan kreativitas, pihaknya tetap berkomitmen menjaga identitas dan pakem seni daerah agar tidak kehilangan jati dirinya di tengah modernisasi.

Keunikan pertunjukan ini terletak pada eksplorasi dinamika tabuh yang berbeda dari daerah lain. Menurut Giri Putra, harmoni yang tercipta antara melodi khas Gianyar dengan gerak tari serta ekspresi para penampil menjadi daya tarik utama yang ingin ditonjolkan selama rangkaian PKB 2026 berlangsung.

Persiapan matang menjadi kunci kesuksesan penampilan ini. Pihak sanggar menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk melakukan latihan intensif. Total sebanyak 58 orang terlibat dalam pementasan ini, terdiri dari 30 penabuh, 13 penari, dan 15 orang kru pendukung yang memastikan seluruh elemen pertunjukan berjalan dengan sinkron dan artistik.

Bagi Giri Putra, Pesta Kesenian Bali bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan ruang vital untuk pelestarian dan pengembangan seni tradisi. Melalui PKB, seniman memiliki kesempatan berharga untuk bertukar inspirasi, memperkaya khazanah budaya, dan memperkenalkan warisan leluhur Bali kepada masyarakat dari berbagai daerah maupun wisatawan mancanegara.

Lebih lanjut, ia berharap pementasan ini dapat membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni Angklung Kebyar yang saat ini mulai mengalami penurunan peminat. Pesan moral yang diusung adalah ajakan kolektif bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak punah di masa depan, mengingat tanggung jawab pelestarian terletak di tangan generasi saat ini.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya regenerasi dan pelestarian seni tradisi di tengah gempuran budaya modern. Upaya Sanggar Suara Kanti menjadi contoh bagaimana komunitas lokal dapat memanfaatkan platform besar seperti PKB untuk menjaga relevansi warisan budaya di mata generasi muda.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit