Selandia Baru mencatatkan tren positif dalam sektor pariwisata menyusul kebijakan baru yang mempermudah akses masuk bagi wisatawan asal Tiongkok. Pemerintah setempat mulai menerapkan program uji coba selama 12 bulan sejak November lalu, yang memberikan pengecualian syarat visa bagi warga Tiongkok dan penduduk negara Kepulauan Pasifik yang melakukan perjalanan dari Australia.
Menteri Pariwisata Selandia Baru, Louise Upston, mengungkapkan bahwa kebijakan ini memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan. Dalam enam bulan pertama pemberlakuan program tersebut, tercatat terjadi lonjakan sebesar 40 persen pada jumlah kedatangan wisatawan asal Tiongkok dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menjadi indikator keberhasilan strategi pemerintah dalam memulihkan sektor pariwisata pascapandemi.
Pariwisata memegang peranan krusial bagi perekonomian Selandia Baru, menempati posisi sebagai penyumbang ekspor terbesar kedua setelah industri produk susu. Di tengah kondisi ekonomi domestik yang tertekan oleh tingginya biaya bahan bakar dan ketidakpastian investasi, pertumbuhan sektor pariwisata menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan ekonomi nasional pemerintah saat ini.
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Tiongkok merupakan pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Selandia Baru. Meski saat ini jumlah kunjungan belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi, tren peningkatan yang ditunjukkan lewat kebijakan visa ini memberikan optimisme baru bagi pelaku industri pariwisata setempat untuk mencapai target kunjungan yang lebih ambisius di masa mendatang.
Secara ekonomi, inisiatif ini terbukti sangat produktif. Upston memaparkan bahwa wisatawan dari Tiongkok dan Kepulauan Pasifik yang memanfaatkan jalur masuk baru ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Selandia Baru dengan nilai estimasi mencapai NZ$215 juta atau setara dengan US$121 juta sejak program dimulai.
Data resmi pemerintah menunjukkan efektivitas kebijakan tersebut di lapangan. Hingga 31 Mei, otoritas imigrasi telah menerbitkan 90.111 otoritas perjalanan elektronik bagi warga negara Tiongkok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.078 otoritas telah digunakan untuk melakukan perjalanan, yang menunjukkan tingkat konversi kunjungan yang sangat tinggi dan antusiasme wisatawan yang besar.