Internasional

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Setidaknya 6 Warga di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Setidaknya 6 Warga di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata

Ringkasan

  • Serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya enam orang, melanggar gencatan senjata yang dimediasi AS sejak Oktober lalu.

Serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa. Berdasarkan laporan dari sumber medis setempat, sedikitnya enam warga Palestina tewas dan lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan terbaru yang menyasar Kota Gaza dan Khan Younis.

Insiden tragis terjadi di al-Rashid Street, Khan Younis, ketika sebuah serangan drone Israel menghantam kendaraan yang sedang melintas, menewaskan dua orang di tempat. Serangan terpisah juga menyasar sebuah tenda pengungsian di kawasan al-Mawasi, yang menewaskan dua warga sipil lainnya. Kawasan ini sebelumnya dianggap sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan.

Di Kota Gaza, sebuah serangan drone yang menargetkan unit apartemen telah merenggut nyawa pasangan suami istri. Pihak Rumah Sakit al-Shifa mengonfirmasi bahwa korban tewas akibat serangan tersebut menambah daftar panjang warga sipil yang menjadi korban dalam eskalasi kekerasan yang terus berlangsung meski status gencatan senjata telah dideklarasikan.

Selain serangan udara, aktivitas militer juga berdampak pada sektor nelayan. Komite Serikat Nelayan melaporkan bahwa tiga nelayan Palestina mengalami luka-luka akibat tembakan drone Israel saat sedang beraktivitas di lepas pantai Kota Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya terbatas pada zona permukiman, tetapi juga meluas ke area mata pencaharian warga.

Situasi ini memicu keprihatinan mendalam karena terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat sejak Oktober tahun lalu. Meskipun pertempuran skala besar telah berkurang, data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel telah menyebabkan sedikitnya 1.072 orang tewas dan 3.463 orang terluka sejak kesepakatan tersebut berlaku.

Secara kumulatif, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa total korban jiwa akibat konflik sejak Oktober 2023 telah mencapai angka 73.098 orang, dengan 173.571 orang lainnya mengalami luka-luka. Angka ini mencerminkan krisis kemanusiaan yang terus memburuk dan mempertanyakan efektivitas diplomasi internasional dalam menghentikan kekerasan di wilayah tersebut.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti ketidakstabilan geopolitik yang berdampak pada krisis kemanusiaan global, yang sering kali memicu sentimen publik dan aksi solidaritas di Indonesia. Selain itu, pemantauan terhadap pelanggaran gencatan senjata menjadi krusial bagi Indonesia dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan dukungan diplomatik di forum internasional.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit