Internasional

Singapura Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres

Singapura Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres

Ringkasan

  • Singapura menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres, seorang tokoh pejuang kemerdekaan dan negarawan yang dihormati.

Pemerintah Singapura secara resmi menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada Timor-Leste menyusul kabar duka atas meninggalnya mantan Presiden Francisco Guterres pada Rabu (24/6). Francisco Guterres, yang menjabat sebagai Presiden keenam Timor-Leste, mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Malaysia pada usia 71 tahun.

Francisco Guterres dikenal luas sebagai sosok pejuang kemerdekaan yang gigih sebelum akhirnya memimpin negara tersebut pada periode 2017 hingga 2022. Sepanjang karier politiknya, ia mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kedaulatan serta memajukan demokrasi di Timor-Leste setelah negara tersebut memperoleh kemerdekaan.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Timor-Leste saat ini, Jose Ramos-Horta, Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam memberikan penghormatan tinggi atas pengabdian Guterres. Tharman menyoroti peran krusial almarhum dalam memperkuat institusi demokrasi serta usahanya dalam merajut persatuan nasional di tengah tantangan masa transisi negara yang masih muda tersebut.

Presiden Tharman menegaskan bahwa komitmen dan kontribusi Guterres dalam membangun Timor-Leste yang berdaulat akan selalu dikenang oleh sejarah. Ia juga menyatakan bahwa di masa duka ini, doa dan simpati masyarakat Singapura menyertai keluarga almarhum serta seluruh rakyat Timor-Leste yang sedang kehilangan seorang negarawan yang dihormati.

Menanggapi kepergian sang mantan pemimpin, pemerintah Timor-Leste telah menetapkan masa berkabung nasional selama satu minggu. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, bendera setengah tiang dikibarkan di berbagai gedung publik, termasuk di seluruh kantor kedutaan besar dan konsulat Timor-Leste di berbagai penjuru dunia.

Presiden Jose Ramos-Horta, yang pernah menjadi rival politik Guterres dalam pemilihan presiden tahun 2022, menyampaikan penghormatan pribadinya dengan menyebut almarhum sebagai seorang patriot besar. Sementara itu, pihak keluarga meminta masyarakat untuk memberikan ruang privasi dalam menghadapi masa sulit ini, seraya mengajak seluruh pendukung untuk mendoakan warisan perjuangan Guterres bagi rakyat Timor-Leste.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti dinamika diplomasi bilateral dan regional di Asia Tenggara yang melibatkan negara tetangga Indonesia. Kepergian tokoh kunci Timor-Leste menegaskan pentingnya stabilitas politik di kawasan perbatasan bagi Indonesia, baik dari sisi keamanan nasional maupun kerja sama ekonomi lintas batas.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit