Otoritas Pembangunan Perkotaan Singapura (URA) resmi meluncurkan tender untuk sebuah lahan strategis di Jurong Lake District (JLD) pada Jumat (3/7). Proyek pengembangan kawasan terpadu ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.200 unit hunian pribadi, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi kawasan tersebut menjadi pusat bisnis utama di luar pusat kota.
Lahan seluas 3,7 hektar yang terletak di Town Hall Link ini dirancang untuk mendukung kebutuhan jangka menengah akan ruang hunian dan perkantoran. Rencana pengembangan mencakup pembangunan ruang kantor seluas minimal 40.000 meter persegi, serta 44.000 meter persegi luas lantai bruto untuk fasilitas pendukung seperti ritel, hotel, ruang rekreasi, dan atraksi wisata lainnya.
Konektivitas menjadi salah satu keunggulan utama dari proyek ini. Lokasinya terhubung langsung dengan stasiun MRT Jurong East serta direncanakan memiliki akses bawah tanah menuju stasiun MRT Cross Island Line yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2032. Keberadaan monumen nasional Jurong Town Hall di dekat lokasi semakin menambah nilai strategis kawasan ini bagi para pengembang properti.
Berbeda dengan upaya tender sebelumnya pada Juni 2023 yang tidak mencapai kesepakatan harga, kali ini pemerintah mengambil langkah proaktif. URA menyatakan akan menanggung sebagian besar beban infrastruktur dan persiapan lahan, termasuk pembongkaran properti negara, pembangunan jalan baru, serta pengalihan utilitas. Langkah ini diambil agar proyek menjadi lebih menarik secara finansial bagi pengembang.
Marcus Chu, CEO ERA Singapore, menilai bahwa ukuran lahan yang ditawarkan saat ini jauh lebih realistis dan menarik bagi pasar dibandingkan sebelumnya. Dukungan pemerintah dalam pengerjaan infrastruktur dinilai akan menekan biaya konstruksi secara signifikan, sehingga memperbesar peluang proyek ini untuk segera dieksekusi oleh para investor.
Jurong Lake District merupakan pilar utama dalam strategi desentralisasi Singapura untuk mendekatkan lapangan kerja dengan tempat tinggal. Setelah rampung sepenuhnya, kawasan seluas 410 hektar ini ditargetkan mampu menyediakan lebih dari 100.000 lapangan kerja baru dan 20.000 hunian, melayani kebutuhan sekitar satu juta penduduk serta ribuan perusahaan di wilayah barat Singapura.