Perusahaan teknologi wearable, Solos, baru saja memperkenalkan dua lini kacamata pintar terbaru mereka untuk memperkuat posisi di pasar perangkat pintar yang semakin kompetitif. Produk terbaru tersebut mencakup model audio-only, AirGo A6, serta pembaruan pada seri berkamera, Solos AirGo V2. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis perusahaan untuk menantang dominasi Meta dalam ekosistem kacamata pintar global.
Solos AirGo V2 hadir dengan banderol harga 299 dolar AS, menawarkan spesifikasi yang bersaing dengan perangkat serupa dari Meta. Kacamata ini dibekali kemampuan untuk merekam foto dan video, memutar musik, serta integrasi asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memproses input visual dari sekitar pengguna. Perangkat ini juga mendukung penggunaan lensa resep dan diklaim memiliki daya tahan baterai antara 10 hingga 12 jam.
Salah satu inovasi yang menonjol dari peluncuran ini adalah pengenalan 'Privacy Kit'. Ini merupakan aksesori tambahan berupa klip yang dapat dipasang pada kacamata untuk menutup lensa kamera secara fisik. Dengan menggunakan pelindung ini, pengguna dapat memastikan bahwa kamera tidak sedang merekam, memungkinkan mereka tetap menggunakan kacamata dalam mode audio tanpa mengkhawatirkan aspek privasi orang di sekitar.
Namun, pendekatan modular ini menuai kritik dari berbagai pengamat teknologi. Penggunaan aksesori tambahan yang harus dipasang dan dilepas secara manual dianggap kurang praktis bagi pengguna sehari-hari. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai efektivitas sistem ini dalam skenario dunia nyata, terutama karena pihak lain tetap dapat melepas pelindung tersebut dengan mudah di area yang melarang perekaman.
Solos sebelumnya telah merilis seri AirGo Vision pada tahun 2024, namun produk tersebut belum mampu menyaingi kualitas media dan antarmuka pengguna yang dihadirkan oleh Meta. Tantangan yang dihadapi Solos mencakup kendali sentuh yang kurang responsif serta aplikasi pendamping yang dianggap terlalu haus daya dan meminta terlalu banyak izin akses data dari perangkat pengguna.
Di tengah ketatnya persaingan, pasar kacamata pintar saat ini tengah diramaikan oleh pemain besar lainnya seperti Google dan Samsung yang sedang mengembangkan platform Android XR. Kehadiran Solos dengan fokus pada privasi menjadi respons langsung terhadap sentimen negatif publik terkait potensi penyalahgunaan teknologi kamera pada perangkat wearable, yang sering kali memicu kekhawatiran mengenai pengawasan massal dan etika penggunaan AI.