Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) resmi mengumumkan pengunduran diri Steve Clarke dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional pria. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan skuad Skotlandia untuk melaju ke babak gugur pada ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.
Nasib Skotlandia dipastikan berakhir setelah hasil pertandingan di Grup L antara Kroasia dan Ghana tidak memihak pada mereka. Kemenangan Kroasia atas Ghana secara matematis menutup peluang Skotlandia untuk masuk dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik, sehingga mereka harus tersingkir dari kompetisi di babak penyisihan grup.
Dalam pernyataan resminya di media sosial, SFA memberikan apresiasi tinggi kepada Clarke. Ia dianggap sebagai pelatih tim nasional paling sukses dalam sejarah Skotlandia, setelah menahkodai tim selama tujuh tahun dan membawa negara tersebut kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998.
Perjalanan Skotlandia di Piala Dunia 2026 sendiri diwarnai dengan dinamika yang cukup dramatis. Meski sempat membuka harapan dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, performa tim menurun setelah kalah dari Maroko dengan skor yang sama, dan puncaknya adalah kekalahan telak 3-0 saat berhadapan dengan Brasil di Miami.
Kekalahan dari Brasil sempat membuat Clarke merasa pesimistis mengenai peluang timnya untuk lolos. Ketegangan sempat terjadi pasca pertandingan di mana Clarke sempat memangkas sesi wawancara media, sebelum akhirnya prediksi suramnya terbukti benar setelah serangkaian hasil pertandingan dari grup lain, termasuk kemenangan mengejutkan Ekuador atas Jerman, menutup pintu Skotlandia.
Dalam surat perpisahan yang menyentuh bagi para pendukung, Clarke mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pemain yang telah berjuang bersamanya sejak tahun 2019. Ia menegaskan bahwa momen paling emosional dalam kepergiannya adalah meninggalkan skuad yang telah memberikan banyak kenangan indah bagi sepak bola Skotlandia, sekaligus memberikan dukungan penuh bagi suksesornya di masa depan.