Bisnis & Startup

Stripe dan Advent Tawarkan Akuisisi PayPal $53 Miliar

Ringkasan

  • Stripe dan Advent mengajukan tawaran senilai $60,50 per saham untuk mengakuis PayPal, valuing the payments giant di atas $53 miliar, atau premi 28% dari harga saham terkini.
  • Kesepakatan ini masih dalam tahap negosiasi.

Stripe dan firma ekuitas swasta Advent International mengajukan tawaran bersama untuk mengakuis PayPal Holdings Inc dengan harga $60,50 per saham, valuing the payments giant di atas $53 miliar. Penawaran yang disampaikan awal bulan ini didukung oleh pembiayaan sekitar $50 miliar dari sejumlah bank, menurut dua sumber yang paham masalah tersebut. Nilai akuisisi ini mencerminkan premi sekitar 28% dari harga penutupan saham PayPal pada hari Selasa kemarin.

PayPal telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kapitalisasi pasar perusahaan anjlok dari puncaknya sekitar $360 miliar pada 2021 menjadi sekitar $36 miliar pada tahun ini, merosot lebih dari 40% dalam 12 bulan terakhir. Persaingan dari metode pembayaran alternatif seperti Apple Pay, Google Pay, dan pemain lokal di berbagai pasar telah mengikis pertumbuhan perusahaan. Menanggapi tantangan ini, CEO Enrique Lores meluncurkan program transformasi besar-besaran, membagi operasi PayPal menjadi tiga unit: checkout, layanan keuangan konsumen Venmo, serta pembayaran dan kripto. Di bawah kepemimpinan Lores, perusahaan juga merencanakan penggunaan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses dan menghilangkan duplikasi lapisan organisasi, yang diperkirakan dapat menghemat sekitar $1,5 miliar selama dua hingga tiga tahun ke depan.

Stripe, yang merupakan perusahaan swasta, dinilai sangat tinggi di pasar. Pada tender penawaran saham untuk karyawan dan pemegang saham pada Februari lalu, valuasi Stripe mencapai $159 miliar, melonjak lebih dari 70% dibandingkan penawaran serupa setahun sebelumnya. Perusahaan yang berbasis di San Francisco dan Dublin ini memungkinkan perusahaan untuk menerima pembayaran, melakukan pembayaran keluar, dan mengotomatisasi proses keuangan.

Reaksi pasar terhadap tawaran akuisisi tersebut langsung terlihat. Saham PayPal naik sekitar 15% dalam perdagangan pra-pasar, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek transaksi tersebut. Namun, sumber mengatakan bahwa PayPal, Stripe, dan Advent belum memberikan komentar resmi, dan masih ada ketidakpastian apakah pendekatan tersebut akan berujung pada kesepakatan.

Kesepakatan ini terjadi di tengah gelombang merger dan akuisisi (M&A) di sektor pembayaran global. Pada awal tahun, Global Payments menyelesaikan akuisisi Worldpay dari FIS dan firma ekuitas swasta GTCR senilai $24,25 miliar dalam transaksi tiga arah yang rumit. Selain itu, Nuvei yang didukung oleh Advent International mengakuisisi Payoneer Global senilai $2,75 miliar. Sementara itu, Mastercard sedang mempertimbangkan untuk menjual mayoritas saham anak perusahaannya di bidang pembayaran, Vocalink, kembali ke tangan perusahaan Inggris karena kekhawatiran tentang aset kritis yang berada di bawah kendali AS.

Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi yang cukup besar. Layanan pembayaran digital seperti GoPay, OVO, dan DANA telah menjadi bagian integral dari ekosistem e-commerce dan keuangan sehari-hari di negara ini. Tawaran akuisisi terhadap PayPal dapat mendorong pemain lokal untuk meningkatkan skala, terutama dalam hal pembayaran lintas batas dan bisnis-ke-bisnis (B2B), yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Selain itu, transaksi besar semacam ini dapat menarik minat investor asing untuk lebih fokus pada pasar fintech Indonesia yang berkembang pesat.

Pemerintah dan regulator di Indonesia terus mendorong inklusi keuangan dan adopsi pembayaran digital, terutama melalui program seperti QRIS. Jika Stripe dan Advent berhasil mengakuisisi PayPal, potensi sinergi teknologi dapat membuka peluang bagi solusi pembayaran yang lebih terintegrasi di wilayah Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Perusahaan lokal mungkin akan menghadapi persaingan yang lebih ketat, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi dan keahlian operasional yang dibawa oleh PayPal.

"Kami melihat bahwa setiap konsolidasi di sektor pembayaran global akan menciptakan dinamika baru bagi pasar emerging seperti Indonesia," kata analis fintech terkemuka yang tidak ingin namanya disebutkan. "Pemain lokal harus beradaptasi dengan menawarkan layanan yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman daripada yang ditawarkan oleh raksasa global."

Sumber yang dekat dengan negosiasi mengungkapkan bahwa proposal tersebut mengusulkan kepemilikan bersama yang seimbang antara Stripe dan Advent, dengan masing-masing pihak memegang saham setara, daripada memecah PayPal. Diskusi masih berlangsung, dan belum ada jawaban resmi dari PayPal. Sumber tersebut memperingatkan bahwa tidak ada jaminan tawaran tersebut akan terwujud menjadi transaksi.

Di sisi lain, Enrique Lores baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaan sedang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk merampingkan operasi di seluruh organisasi. Menurutnya, inisiatif AI ini tidak hanya akan menghilangkan duplikasi lapisan organisasi tetapi juga akan menghasilkan penghematan biaya sekitar $1,5 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Lores menambahkan bahwa dana yang dihemat akan diinvestasikan kembali untuk mendorong pertumbuhan baru, termasuk perluasan layanan pembayaran lintas batas dan integrasi kripto.

Langkah selanjutnya dari tawaran ini masih belum jelas. PayPal diperkirakan akan menanggapi pendekatan tersebut dalam beberapa minggu ke depan, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Jika kesepakatan terwujud, hal ini akan menjadi salah satu akuisisi terbesar di sektor pembayaran dalam beberapa tahun terakhir dan dapat memicu gelombang M&A serupa di wilayah lain, termasuk Asia. Bagi Indonesia, ini merupakan sinyal bahwa modal global terus mengalir ke sektor fintech, membuka peluang bagi kolaborasi atau akuisisi strategis dengan pemain lokal.

Ke depannya, industri pembayaran digital Indonesia diproyeksikan akan tumbuh lebih dari 20% per tahun, didorong oleh e-commerce, layanan digital pemerintah, dan adopsi dompet digital yang semakin luas. Kehadiran pemain global yang lebih kuat dapat mempercepat transformasi ini, tetapi juga menuntut regulator untuk tetap waspada dalam menjaga persaingan yang sehat dan melindungi kepentingan konsumen lokal.

Mengapa Ini Penting

Tawaran akuisisi senilai $53 miliar terhadap PayPal oleh Stripe dan Advent dapat mengubah lanskap pembayaran global, menciptakan peluang bagi pemain regional seperti Indonesia untuk meningkatkan skala dan mengadopsi teknologi mutakhir. Transaksi ini juga dapat memicu gelombang konsolidasi di sektor fintech Asia, mendorong inovasi dalam pembayaran lintas batas dan B2B yang sangat dibutuhkan pasar Indonesia. Selain itu, dinamika ini akan meningkatkan persaingan, memaksa penyedia layanan lokal untuk lebih efisien dan kompetitif, sekaligus menarik minat investor asing lebih lanjut ke ekosistem keuangan digital Indonesia yang terus berkembang.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
6 menit