Berita

Sudinsos Jakarta Barat Amankan Pria Diduga ODGJ di Stasiun Duri

Sudinsos Jakarta Barat Amankan Pria Diduga ODGJ di Stasiun Duri

Ringkasan

  • Sudinsos Jakarta Barat mengamankan seorang pria diduga ODGJ di Stasiun Duri setelah perilakunya dianggap meresahkan penumpang.

Petugas Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat melakukan tindakan pengamanan terhadap seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di area Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (30/6). Tindakan ini dilakukan setelah pihak pengelola stasiun melaporkan adanya perilaku tidak wajar dari seorang individu yang mengganggu kenyamanan dan operasional transportasi publik di lokasi tersebut.

Kepala Sudinsos Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengonfirmasi bahwa pria tersebut bernama Reyhan (20), yang diketahui berasal dari kawasan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Proses evakuasi dilakukan oleh Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) yang langsung merespons laporan dari petugas keamanan stasiun setempat.

Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan detik-detik saat pria tersebut digiring keluar oleh petugas keamanan. Dalam video itu, terlihat pria yang tidak mengenakan baju tersebut berteriak histeris dan melakukan perlawanan. Ia bahkan sempat melontarkan kalimat yang merujuk pada keinginan menjadi taruna Akpol serta meminta bantuan kepada sejumlah tokoh nasional, yang menjadi sorotan warganet.

Saat ini, pria tersebut telah dirujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat. Fajar menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar subjek mendapatkan asesmen kesehatan mental serta penanganan sosial yang lebih komprehensif dan manusiawi sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Kasus ini menambah daftar panjang penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta Barat. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Sudinsos Jakarta Barat mencatat telah menjaring total 929 orang yang masuk dalam kategori PMKS. Data menunjukkan bahwa gelandangan menempati posisi terbanyak, disusul oleh kelompok psikotik atau ODGJ dan pengatur lalu lintas tidak resmi.

Sebagai upaya menjaga ketertiban umum, Sudinsos Jakarta Barat secara rutin melakukan pengawasan di titik-titik rawan, seperti kawasan Terminal Kalideres, berbagai flyover di wilayah Jakarta Barat, hingga area Kota Tua. Kehadiran Satgas P3S diharapkan mampu meminimalisir gangguan ketertiban sekaligus memberikan perlindungan bagi PMKS yang memerlukan penanganan medis maupun sosial.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti urgensi sistem perlindungan sosial bagi individu dengan gangguan jiwa di ruang publik agar tidak membahayakan diri sendiri maupun masyarakat. Selain itu, data peningkatan jumlah PMKS di Jakarta menunjukkan perlunya evaluasi kebijakan penanganan kesejahteraan sosial yang lebih preventif dan terintegrasi di kawasan metropolitan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit