Internasional

Tanpa Tim Nasional di Piala Dunia, Suporter Tiongkok Tetap Antusias Dukung Bintang Global

Tanpa Tim Nasional di Piala Dunia, Suporter Tiongkok Tetap Antusias Dukung Bintang Global

Ringkasan

  • Meski tim nasionalnya absen, ribuan suporter Tiongkok tetap memadati stadion di Amerika Utara untuk merayakan gelaran Piala Dunia.

Suasana meriah menyelimuti lantai lima Time Out Market di kawasan Dumbo, Brooklyn, yang disulap menjadi 'Portugal House'. Tempat ini menjadi pusat perhatian bagi para penggemar sepak bola yang ingin merasakan euforia Piala Dunia. Di tengah kerumunan yang didominasi oleh pendukung berjersey timnas Portugal, tampak banyak wajah-wajah asal Tiongkok yang menikmati pertandingan dengan penuh semangat. Mereka larut dalam nyanyian lagu kebangsaan Portugal, menciptakan atmosfer pesta sepak bola yang sesungguhnya di tengah kota New York.

Bagi Zhai Yibo, seorang mahasiswa berusia 20 tahun asal Tiongkok yang menempuh pendidikan di London, momen ini menyimpan harapan tersendiri. Di sela-sela keseruannya menonton pertandingan, ia mengungkapkan impian mendalamnya untuk suatu saat nanti dapat menyaksikan lagu kebangsaan Tiongkok dikumandangkan di stadion Piala Dunia. Pernyataan ini mencerminkan kerinduan besar para penggemar sepak bola di Tiongkok yang selama ini harus menjadi penonton setia bagi kesuksesan negara lain di panggung global.

Fenomena ini menyoroti kontras yang tajam antara besarnya pasar sepak bola di Tiongkok dengan absennya tim nasional mereka di turnamen bergengsi ini. Meskipun Tiongkok dikenal sebagai salah satu pasar sepak bola terbesar di dunia, kehadiran mereka di Piala Dunia tahun ini masih terbatas di bangku penonton. Sejak penampilan satu-satunya pada 24 tahun silam, tim nasional Tiongkok kembali gagal menembus babak kualifikasi, meninggalkan para pendukungnya untuk merayakan turnamen ini tanpa wakil dari negara sendiri.

Piala Dunia kali ini yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadirkan 48 negara yang bersaing di 16 kota berbeda. Ini merupakan gelaran pertama di Amerika Utara sejak tahun 1994 dan menjadi edisi pertama yang melibatkan tiga negara tuan rumah sekaligus. Bagi ribuan suporter Tiongkok yang melakukan perjalanan jauh ke Amerika Utara, turnamen ini menjadi ajang untuk merayakan kecintaan mereka pada olahraga sepak bola, meskipun harus mendukung bintang-bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

Keterlibatan suporter Tiongkok di berbagai stadion di Amerika Utara menunjukkan dedikasi tinggi mereka terhadap olahraga ini, terlepas dari performa tim nasional mereka. Banyak dari mereka yang justru memberikan dukungan kepada pemain idola dari negara lain atau bahkan menaruh perhatian pada detail pertandingan, seperti kinerja wasit. Semangat ini menunjukkan bahwa sepak bola telah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan para penggemar dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang harus menelan pil pahit karena tim kesayangannya absen.

Secara keseluruhan, kehadiran suporter Tiongkok di Piala Dunia membuktikan bahwa minat terhadap sepak bola di negara tersebut tetap sangat tinggi. Meski tantangan di level tim nasional masih menjadi PR besar bagi federasi sepak bola Tiongkok, antusiasme para pendukungnya tidak pernah surut. Mereka terus menjadi bagian integral dari ekosistem sepak bola global, membawa warna dan gairah tersendiri di setiap tribun stadion yang mereka kunjungi selama perhelatan akbar ini berlangsung.

Mengapa Ini Penting

Fenomena ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi dan basis penggemar sepak bola di Asia yang tetap setia meski tim nasional mereka belum berprestasi. Bagi industri olahraga di Indonesia, ini menjadi bukti bahwa keterlibatan suporter global dapat dikelola sebagai peluang bisnis pariwisata dan gaya hidup, terlepas dari status tim nasional di panggung internasional.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit