Berita

Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ringkasan

  • Kementerian Sosial tengah memproses usulan gelar pahlawan nasional bagi sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana atas kontribusinya dalam pendidikan dan bahasa.

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi tokoh budayawan dan sastrawan besar Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana (STA). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari usulan resmi yang diajukan oleh Universitas Nasional (UNAS) guna memberikan pengakuan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa almarhum bagi bangsa dan negara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa proses administratif saat ini sedang berlangsung. Pihaknya berjanji untuk memastikan usulan tersebut sampai ke Dewan Gelar di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, yang dipimpin oleh Fadli Zon, untuk melalui tahapan pengkajian lebih mendalam sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam keterangannya usai seminar nasional di Universitas Nasional, Jakarta, Gus Ipul menekankan bahwa meskipun kementerian belum merilis data pleno terkait total usulan gelar pahlawan tahun ini, nama Sutan Takdir Alisjahbana telah diprioritaskan. Kemensos menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya memberikan penghormatan bagi tokoh-tokoh yang berjuang melalui jalur pemikiran dan pendidikan.

Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk mengusulkan figur inspiratif yang berjuang di belakang panggung publik. Sutan Takdir Alisjahbana dianggap memenuhi kriteria tersebut karena perannya yang krusial dalam merintis dunia pendidikan serta kontribusinya dalam standardisasi Bahasa Indonesia modern yang kita gunakan hari ini.

Gus Ipul, yang merupakan alumnus UNAS tahun 1985, secara pribadi mengenang bagaimana STA menanamkan iklim kebebasan berpendapat dan berekspresi saat menjabat sebagai rektor. Di bawah kepemimpinan STA, kampus UNAS berkembang menjadi pusat diskusi yang subur bagi pergerakan aktivis mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, yang mencerminkan esensi perjuangan intelektual sang tokoh.

Harapan besar kini disematkan agar proses pengusulan ini berjalan lancar hingga tahap penetapan oleh Presiden. Pengakuan sebagai pahlawan nasional diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghormatan bagi keluarga, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang di bidang kebudayaan, sastra, dan pendidikan demi kemajuan bangsa.

Mengapa Ini Penting

Pengusulan ini mengakui peran penting tokoh intelektual non-militer dalam membangun identitas nasional melalui bahasa dan pendidikan. Langkah ini relevan bagi masyarakat modern dalam memahami bahwa perjuangan memajukan bangsa bisa dilakukan melalui literasi, kebudayaan, dan pemikiran kritis.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit