Langkah Kanada di fase grup Piala Dunia harus diakhiri dengan catatan pahit setelah mereka menelan kekalahan 1-2 dari Swiss di BC Place, Vancouver, pada Senin (24/6). Meskipun hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi puncak dan tetap bermain di Vancouver pada babak gugur, skuad asuhan Jesse Marsch justru harus mengakui keunggulan taktik dan ketenangan tim tamu.
Swiss tampil dominan sepanjang pertandingan, menunjukkan perbedaan kelas yang nyata antara tim peringkat 17 dunia tersebut dengan Kanada yang berada di peringkat 30. Kemenangan ini memastikan Swiss menjadi juara Grup B, sementara Kanada harus puas melaju ke babak selanjutnya dengan status runner-up dan harus melakukan perjalanan ke Los Angeles untuk laga berikutnya.
Bagi Kanada, kekalahan ini menjadi 'tamparan' realitas setelah dua pertandingan awal yang menjanjikan. Hasil imbang kontra Bosnia & Herzegovina dan kemenangan telak 6-0 atas Qatar sempat membangkitkan ekspektasi tinggi dari ribuan suporter di BC Place. Namun, pertahanan Swiss yang disiplin dan serangan balik yang terukur mampu mematahkan setiap upaya serangan tuan rumah.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengambil keputusan strategis untuk tidak menurunkan bintang andalan mereka, Alphonso Davies, dalam pertandingan ini. Langkah tersebut diambil guna menjaga kondisi sang pemain yang baru pulih dari cedera agar tetap bugar untuk tantangan yang lebih besar di babak gugur. Tanpa kehadiran Davies, serangan Kanada terlihat kurang tajam dan kesulitan menembus pertahanan kokoh yang dikawal Gregor Kobel.
Di sisi lain, Swiss yang dipimpin oleh kapten Granit Xhaka bermain dengan intensitas fisik yang tinggi dan visi permainan yang matang. Mereka mampu mengontrol tempo pertandingan, mengalirkan bola dari sisi ke sisi, dan memanfaatkan celah kecil di pertahanan Kanada untuk mencetak dua gol krusial. Satu-satunya gol Kanada dicetak oleh pemain pengganti, Promise David, melalui sentuhan pertama yang manis di depan gawang.
Bek Kanada, Alistair Johnston, mengakui bahwa timnya harus belajar banyak dari kekalahan ini. Meskipun merasa kecewa karena harus meninggalkan Vancouver, ia menegaskan bahwa tim tetap bangga dengan pencapaian mereka hingga saat ini. Fokus Kanada kini beralih sepenuhnya pada babak sistem gugur, di mana mereka berharap dukungan suporter tetap mengalir meski harus bertanding jauh dari rumah di Los Angeles.